Pemkot Semarang Buka Suara soal Dugaan PNS Saksi Kunci Korupsi Rp3 Miliar Tewas Terbakar, Ini Perkaranya

Suara Denpasar | Suara.com

Sabtu, 10 September 2022 | 10:10 WIB
Pemkot Semarang Buka Suara soal Dugaan PNS Saksi Kunci Korupsi Rp3 Miliar Tewas Terbakar, Ini Perkaranya
Olah TKP temuan jasad terbakar di Semarang, diduga PNS yang jadi saksi kunci kasus korupsi (ANTARA)

Suara Denpasar - Pemkot Semarang buka suara soal dugaan seorang pegawai negeri sipil (PNS) saksi kunci korupsi Rp3 miliar yang ditemukan tewas mengenaskan dalam kondisi terbakar.

Sebelumnya publik Semarang dibuat heboh dengan temuan jasad dalam kondisi terbakar beserta motornya.

Warga yang ditemukan tewas dengan kondisi terbakar pada Jumat (9/9/2022) di Semarang diduga adalah PNS.

Dugaan ini mengarah ke seorang PNS Pemkot Semarang lantaran di waktu bersamaan ada laporan jika si PNS tersebut menghilang selama dua minggu lamanya.

PNS ini bernama Paulus Iwan Boedi yang dinas di Bapenda Kota Semarang.

Terkait dengan hal ini Pemkot Semarang buka suara soal dugaan warga yang ditemukan tewas terbakar itu adalah PNS dan saksi kasus korupsi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengatakan pihaknya menunggu dari pihak kepolisian memastikan jika yang ditemukan tewas terbakar adalah PNS di pemerintah daerah di Semarang.

"Kita belum bisa memastikan 100 persen. Kepolisian masih bekerja dan memastikan bahwa sosok jasad yang ditemukan ini benar-benar mas Iwan," katanya pada Jumat Sore (9/9/2022) dilansir dari Suarajawatengah.id.

Namun kata dia jika dilihat secara fisik temuan motor dan sejumlah barang bukti di lokasi, memang mengarah kepada PNS tersebut.

Barang bukti yang mengarah itu kata dia seperti nomer polisi kendaraan yang ditemukan di TKP, kemudian nomor rangka, serta ID Card atau nametag yang bersangkutan.

"Tapi kita tunggu mungkin lewat tes DNA," imbuhnya untuk memastikan jika yang bersangkutan adalah PNS yang dimaksud.

Terkait informasi jika korban adalah saksi kunci kasus korupsi dia menjelaskan apa yang dia ketahui.

Kasus korupsi itu kata dia diperkirakan terjadi pada tahun 2010.

"Memang pernah dianggarkan DPKAD untuk PSU dari BSB sebesar Rp 3 miliar. Namun anggarannya ini hanya digunakan untuk honor tim dan tidak digunakan semua," tuturnya.

"Dugaan atau letak korupsinya dimana kan masih pendalaman. Apakah Iwan hilang terkait itu kita juga belum mendapatkan kepastian," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Misteri Mayat Terbakar di Marina Semarang, Ditemukan Barang Milik Iwan Budi Paulus PNS Kota Semarang

Misteri Mayat Terbakar di Marina Semarang, Ditemukan Barang Milik Iwan Budi Paulus PNS Kota Semarang

| Jum'at, 09 September 2022 | 22:09 WIB

Ditemukan Nametag Iwan Budi Paulus di TKP Jasad Terbakar Tanpa Kepala, PNS Bapenda Saksi Kasus Korupsi Aset Pemkot Semarang yang Hilang 2 Pekan

Ditemukan Nametag Iwan Budi Paulus di TKP Jasad Terbakar Tanpa Kepala, PNS Bapenda Saksi Kasus Korupsi Aset Pemkot Semarang yang Hilang 2 Pekan

| Jum'at, 09 September 2022 | 19:19 WIB

Terkini

Berbagi Kebaikan Untuk Sesama, Bank Mandiri Gelar Donor Darah Massal Bagi 2.800 Pendonor

Berbagi Kebaikan Untuk Sesama, Bank Mandiri Gelar Donor Darah Massal Bagi 2.800 Pendonor

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 14:29 WIB

Terbawa Arus Sejauh 34 Kilometer! Pemancing di Tanggamus Ditemukan Tak Bernyawa

Terbawa Arus Sejauh 34 Kilometer! Pemancing di Tanggamus Ditemukan Tak Bernyawa

Lampung | Kamis, 16 April 2026 | 14:27 WIB

13 Ribu SPPG Sudah Bersertifikat, yang Bandel Terancam Disetop Sementara

13 Ribu SPPG Sudah Bersertifikat, yang Bandel Terancam Disetop Sementara

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:27 WIB

Kata Bankir Usai OJK Hapus Utang Rp 1 Juta dari SLIK

Kata Bankir Usai OJK Hapus Utang Rp 1 Juta dari SLIK

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 14:25 WIB

Serangan Drone Rusia di Odesa dan Kyiv Tewaskan 12 Warga Sipil, Termasuk Anak Kecil

Serangan Drone Rusia di Odesa dan Kyiv Tewaskan 12 Warga Sipil, Termasuk Anak Kecil

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:24 WIB

Tanggul Jakarta Digerogoti Ikan Sapu-Sapu, Pramono Gelar Operasi Besar-besaran Besok

Tanggul Jakarta Digerogoti Ikan Sapu-Sapu, Pramono Gelar Operasi Besar-besaran Besok

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:23 WIB

Simon Grayson Bongkar Taktik Rumit John Herdman di Timnas Indonesia

Simon Grayson Bongkar Taktik Rumit John Herdman di Timnas Indonesia

Bola | Kamis, 16 April 2026 | 14:23 WIB

Wajah Bebas Kilap! Coba 5 Balm Powder Ini untuk Hasil Matte Seharian

Wajah Bebas Kilap! Coba 5 Balm Powder Ini untuk Hasil Matte Seharian

Your Say | Kamis, 16 April 2026 | 14:20 WIB

Tambah Hari, Tiket Konser Hari Kedua EXO di Jakarta Resmi Sold Out

Tambah Hari, Tiket Konser Hari Kedua EXO di Jakarta Resmi Sold Out

Your Say | Kamis, 16 April 2026 | 14:19 WIB

Puan Maharani Meradang! Kecam Skandal Pelecehan Seksual di UI, IPB, dan ITB

Puan Maharani Meradang! Kecam Skandal Pelecehan Seksual di UI, IPB, dan ITB

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:19 WIB