Kemenag Turun Tangan Kasus Penganiayaan hingga Kematian Santri Ponpes Gontor, Jadi Pelajaran

Suara Denpasar

Minggu, 11 September 2022 | 19:22 WIB
Kemenag Turun Tangan Kasus Penganiayaan hingga Kematian Santri Ponpes Gontor, Jadi Pelajaran
Olah TKP Pondok Pesantren Gontor 1, Ponorogo tempat santri meninggal usai dianiaya. (beritajatim)

Suara Denpasar - Kementerian Agama (Kemenag) turun tangan atas kasus penganiayaan yang mengakibatkan kematian santri Pondok Modern Gontor 1 Pusat (Ponpes Gontor), Ponorogo, Jawa Timur. Kemenag juga akan melakukan investigasi tindak kekerasan yang berujung kematian santri bernama Albar Mahdi atau AM (17).

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid Sa'adi Minggu (11/9/2022). Dia mengaku Kemenag sudah memerintahkan Kepala Kantor Kemenag Ponorogo mengecek dan membentuk tim investigasi ke pondok pesantren tersebut,

Ia menjelaskan, tim investigasi ini akan melakukan koordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), kepolisian setempat dan berbagai pihak yang terkait untuk mendapatkan keterangan secara lengkap dan komprehensif. Harapannya bisa menjadi pelajaran.

“Untuk bahan evaluasi dan mengambil kebijakan," jelas Zainut memberi alasan mengapa perlu adanya investigasi ini, Minggu (11/9/2022).

Pihaknya juga mendukung kepolisian yang memproses secara hukum kasus kekerasan di Pondok Pesantren Gontor tersebut. Tujuannya jelas, agar para pelaku mendapat hukuman yang setimpal.

Wamenag Zainut menambahkan, kejadian kekerasan di Pondok Modern Gontor bisa menjadi bahan evaluasi bagi pondok pesantren tersebut maupun pondok pesantren lainnya agar ada perbaikan terhadap kegiatan ekstrakurikuler yang berpotensi terjadinya tindak kekerasan.

Walau begitu, dia meyakini bahwa tindak kekerasan yang terjadi di Ponpes Gontor bukan kebijakan umum Ponpes Gontor. Melainkan, akunya, sebagai bentuk kelalaian dan tindakan pribadi dari oknum santri yang bertindak berlebihan dan melampaui batas kewajaran.

Di sisi lain, Zainut juga menangkap ada kekhawatiran dari wali santri Pondok Modern Gontor lainnya. Untuk itu, dia meminta agar wali santri lainnya tetap tenang dan memberi kepercayaan terhadap pengasuh dan pihak kepolisian untuk menyelesaikan kasus ini. Katanya, pesantren adalah tempat yang aman bagi anak-anak belajar.

"Percayalah bahwa pesantren adalah tempat yang aman bagi anak-anak belajar," tuturnya.

baca juga

Sekadar diketahui, kasus kekerasan yang berujung kematian di Pondok Pesantren Modern Gontor justru terungkap setelah orang tua, yakni ibu Soimah mengadukan masalah kematian anaknya pada 22 Agustus 2022 kepada pengacara kondang Hotman Paris Hutapea saat ke Palembang, Sumatera Selatan.

Awalnya, jenazah diantarkan ke Palembang dan pihak ustadz dari Ponpes Gontor mengatakan bahwa AM meninggal dunia karena kelelahan usai mengikuti perkemahan.

Namun, ibu kandung korban AM menduga anaknya meninggal karena kekerasan. Sebab, saat akan dimakamkan, dari hidungnya terus mengeluarkan darah.

Hotman Paris pun meminta kepolisian mengusut perkara ini. Setelah kasusnya mencuat, polisi akhirnya bergerak mengusut kasus ini. Belakangan ada Selasa (6/9/2022), Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor 1 Pusat, Ponorogo mengakui adanya dugaan penganiayaan terhadap santri AM (17) oleh sesama santri hingga tewas.

"Berdasarkan temuan tim pengasuhan santri, memang ditemukan adanya dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal," kata Juru Bicara Ponpes Gontor Ustadz Noor Syahid di Ponorogo, Jawa Timur, Selasa (6/9/2022). (Suara.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemkot Semarang Buka Suara soal Dugaan PNS Saksi Kunci Korupsi Rp3 Miliar Tewas Terbakar, Ini Perkaranya

Pemkot Semarang Buka Suara soal Dugaan PNS Saksi Kunci Korupsi Rp3 Miliar Tewas Terbakar, Ini Perkaranya

Denpasar | Sabtu, 10 September 2022 | 10:10 WIB

Wow! Tangani Satu Kasus Dibayar Rp 200 Miliar, Segini Jumlah Harta Hotman Paris

Wow! Tangani Satu Kasus Dibayar Rp 200 Miliar, Segini Jumlah Harta Hotman Paris

Denpasar | Kamis, 08 September 2022 | 13:05 WIB

Biadab! Siswi SD Disekap dan Digilir Kepala Sekolah, Hotman Paris Akhirnya Turun Tangan

Biadab! Siswi SD Disekap dan Digilir Kepala Sekolah, Hotman Paris Akhirnya Turun Tangan

Denpasar | Kamis, 08 September 2022 | 11:55 WIB

Terkini

Kemnaker Klaim Belum Ada Laporan PHK di TikTok Tokopedia

Kemnaker Klaim Belum Ada Laporan PHK di TikTok Tokopedia

Bisnis | Sabtu, 04 Juli 2026 | 21:28 WIB

Satu Wewangian Tak Lagi Cukup, Tren Memilih Parfum Berdasarkan Suasana Hati Makin Populer

Satu Wewangian Tak Lagi Cukup, Tren Memilih Parfum Berdasarkan Suasana Hati Makin Populer

Lifestyle | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:52 WIB

Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan

Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:49 WIB

6 Shio yang Berpotensi Dapat Keberuntungan dan Kesuksesan 5 Juli 2026

6 Shio yang Berpotensi Dapat Keberuntungan dan Kesuksesan 5 Juli 2026

Lifestyle | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:36 WIB

4 Krim Malam Terbaik untuk Hempas Flek Hitam Usia 40 Tahun Berdasarkan Review

4 Krim Malam Terbaik untuk Hempas Flek Hitam Usia 40 Tahun Berdasarkan Review

Lifestyle | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:34 WIB

Muhammadiyah Ingatkan Pemerintah: Jangan Ada Militerisasi di Kehidupan Sipil

Muhammadiyah Ingatkan Pemerintah: Jangan Ada Militerisasi di Kehidupan Sipil

Jogja | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:24 WIB

Buka-bukaan Robi Darwis Ungkap Alasan Tinggalkan Persib Demi Gabung Arema FC

Buka-bukaan Robi Darwis Ungkap Alasan Tinggalkan Persib Demi Gabung Arema FC

Bogor | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:14 WIB

Drama Sepak Bola Korsel: dari Kritik Pemain hingga Pelatih yang Kabur!

Drama Sepak Bola Korsel: dari Kritik Pemain hingga Pelatih yang Kabur!

Your Say | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:00 WIB

Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau

Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:00 WIB

Tak Cukup Disiram dari Udara, Petugas Gunakan Metode Suntik Air ke Dalam Gunungan Sampah TPA

Tak Cukup Disiram dari Udara, Petugas Gunakan Metode Suntik Air ke Dalam Gunungan Sampah TPA

Banten | Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:57 WIB

×