Harga BBM Naik, Elektoral PDIP Bisa Turun, Semua Kader Diperintahkan Begini

Suara Denpasar

Jum'at, 16 September 2022 | 11:51 WIB
Harga BBM Naik, Elektoral PDIP Bisa Turun, Semua Kader Diperintahkan Begini
foto sejumlah politisi PDI Perjuangan menangis tanggapi kenaikan harga BBM di era SBY. [witter/@ekowboy2] (Suarasumut.id)

Suara Denpasar- Kenaikan harga BBM dalam dua pekan ini bisa membuat elektoral partai penguasa yakn PDI Perjuangan bisa turun.

Sentimen negatif terhadap penguasa ini dipicu dengan kenaikan harga BBM yang tidak bisa disetop oleh Presiden Jokowi yang merupakan representatif dari PDI P ini.

Terlebih dalam banyak kesempatan, PDI P selalu menggembor-gemborkan jargon politiknya sebagai partai wong cilik.

Bahkan dalam periode presiden sebelumnya ketua umum mereka Megawati juga sampai menangis saat ada kenaikan BBM.

Namun hal itu berbeda dengan kenaikan harga BBM di era PDIP menjadi partai penguasa.

Momentum inilah yang digunakan para lawan politik untuk menjatuhkan elektoral partai menuju pemilu 2024.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto secara terang-terangan menyebut jika ada pihak yang memfitnah partainya dengan berbagai isu dengan tujuan untuk menurunkan elektoral menuju 2024. 

"Saya enggak pernah lihat elektoral kita berapa, yang penting strategi kita bagaimana," kata Hasto dalam Rapat Koordinasi Daerah PDI Perjuangan NTB di Kota Mataram, Kamis (15/9/2022).

Untuk menghadapi isu negatif terkait dengan kenaikan BBM tersebut, Hasto meinta semua kader selalu menemui konstituen sebagai salah satu cara mendapatkan dukungan.

baca juga

"Nah, kader-kader PDI Perjuangan harus bisa memberikan penjelasan mengapa Pak Jokowi mengambil kebijakan kenaikan BBM karena subsidi kita naik tiga kali lipat. Memilih subsidi negara mengalami kesulitan. Semua adalah pil pahit," katanya dari laman suara.com, Jumat (16/9). 

Hasto meminta kader melek teknologi agar mereka dapat menyampaikan pencapaian-pencapaian pemerintah dan partai.

Hasto menyebut pemerintahan Presiden Joko Widodo sedang menggalakkan pembangunan infrastruktur, di antaranya, membangun jalan, pelabuhan, bandara, dan waduk.

Hasto juga menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 yang melanda dunia, kemudian disusul perang Rusia-Ukraina berdampak pada ekonomi dunia, termasuk Indonesia, seperti inflasi, krisis pangan dan energi.

"Pak Jokowi turun ke bawah tahu betul masalah rakyat, tidak ada presiden yang punya kegiatan blusukan seperti Pak Jokowi. Jadi, itu dijelaskan bahwa sulit pilihannya, tetapi sebagai pendukung utama kita harus bela rasa dengan persoalan rakyat dan ikut membangun harapan dengan bekerja keras turun ke bawah," tuturnya. 

Hasto menyebut PDI Perjuangan membela kebijakan Presiden Jokowi karena merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai partai pengusung, termasuk isu kebijakan kenaikan BBM. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hasto Sebut Ada yang Ingin Menjegal PDI Perjuangan

Hasto Sebut Ada yang Ingin Menjegal PDI Perjuangan

News | Jum'at, 16 September 2022 | 10:21 WIB

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa di Tasikmalaya Sandera Mobil Tangki Pertamina

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa di Tasikmalaya Sandera Mobil Tangki Pertamina

Jabar | Jum'at, 16 September 2022 | 09:13 WIB

Terkini

Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey

Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:02 WIB

Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial

Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:01 WIB

Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi

Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Jatim | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:18 WIB

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:08 WIB

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:16 WIB

3 Lip Balm Rp30 Ribuan yang Bagus Atasi Bibir Kering Menurut Review Pengguna

3 Lip Balm Rp30 Ribuan yang Bagus Atasi Bibir Kering Menurut Review Pengguna

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:05 WIB

×