3 Modus Korupsi Pupuk Bersubsidi di Bondowoso, Ketua DPRD Blak-blakan, PT PI Tunggu Rekomendasi

Suara Denpasar

Senin, 26 September 2022 | 17:13 WIB
3 Modus Korupsi Pupuk Bersubsidi di Bondowoso, Ketua DPRD Blak-blakan, PT PI Tunggu Rekomendasi
Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir (tengah) memimpin rapat pansus pupuk bersubsidi bersama PT Pupuk Indonesia, Senin 26 September 2022. (Suara Denpasar)

Suara Denpasar - Ada tiga modus korupsi pupuk bersubsidi yang diduga dilakukan di Kabupaten Bondowoso hingga tahun 2022.

Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso H. Ahmad Dhafir mengaku telah menyerap aspirasi petani dan melakukan upaya investigasi di lapangan.

PT Pupuk Indonesia pun menunggu rekom dari panitia khusus (pansus) DPRD untuk mengambil langkah ke depan.

Menurut Ahmad Dhafir, dugaan penyelewengan pupuk bersubsidi ini masif dan terstruktur.

"Kami menerima informasi bahwa jatah pupuk dari distributor kepada kios tidak diberikan utuh," katanya, Senin 26 September 2022.

Ia mencontohkan yang terjadi di salah satu kios yang berada di Kecamatan Tegalampel.

"Alokasi pupuk urea di tahun 2022 untuk kios itu sebanyak 168 ton, sementara yang dikirimkan hanya 30 ton saja. Nah, yang 138 ton ini dilarikan kemana harus ditelusuri," ungkap legislator PKB ini.

Harga jual pupuk urea dari pabrikan sebesar Rp 750 ribu per kuintal, kemudian disubsidi oleh negara sebesar Rp 525 ribu yang akhirnya ditetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 225 ribu per kuintal.

"Jika satu kios saja dirugikan 130 ton (1.300 kuintal), maka silahkan hitung estimasi penyelewengan uang negara di Bondowoso per kios," sergahnya.

Berdasarkan data, di Kabupaten Bondowoso berdiri 239 kios yang disuplai oleh 12 distributor.

Dugaan penyelewengan kedua yakni mengenai pemanfaatan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

"Silahkan sita RDKK tahun 2021 dan 2022, itu 50 persennya tidak valid. Tidak semua lahan yang dilaporkan adalah lahan pertanian," tuturnya.

Belum lagi tentang transaksi palsu dari kios kepada petani yang dibenarkan oleh seorang petani asal Kecamatan Pujer yang enggan disebutkan namanya.

"Ibu saya mau beli pupuk di kios, tidak ada. Tapi ada calo yang jualan harganya Rp 600 ribu per kuintal," katanya.

Petani yang membeli dengan harga di atas HET, maka kios tidak memberikan nota transaksi.

Sementara dari kios kepada distributor ada nota transaksi sesuai HET yakni Rp 225 ribu per kuintal.

Vice President Penjualan PT Pupuk Indonesia wilayah Jawa Timur, Iyan Fajri menyerap seluruh informasi yang disampaikan oleh Pansus DPRD.

"Kami akan telusuri dari atas sampai bawah dan menunggu hasil rekomendasi dari pansus DPRD," kata Iyan Fajri dikonfirmasi terpisah, Senin 26 September 2022.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sempat Dicoret DPRD, Anies Masukkan Sumur Resapan Pengendali Banjir ke Dalam RDTR DKI

Sempat Dicoret DPRD, Anies Masukkan Sumur Resapan Pengendali Banjir ke Dalam RDTR DKI

Jakarta | Senin, 26 September 2022 | 17:06 WIB

Tiga Pejabat Yang Terseret Kasus Korupsi Damkar Depok Bakal Jalani Sidang di Pengadilan Tipikor Bandung

Tiga Pejabat Yang Terseret Kasus Korupsi Damkar Depok Bakal Jalani Sidang di Pengadilan Tipikor Bandung

Bekaci | Senin, 26 September 2022 | 16:57 WIB

Kuasa Hukum Ajak Tim Dokter KPK ke Papua Cek Langsung Kondisi Gubernur Lukas Enembe

Kuasa Hukum Ajak Tim Dokter KPK ke Papua Cek Langsung Kondisi Gubernur Lukas Enembe

News | Senin, 26 September 2022 | 16:40 WIB

Terkini

Demo Anti Piala Dunia Memanas, Pendemo Berbaju Hitam-hitam Serang Suporter

Demo Anti Piala Dunia Memanas, Pendemo Berbaju Hitam-hitam Serang Suporter

Bola | Jum'at, 12 Juni 2026 | 01:00 WIB

Australia Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia U-19, Erick Thohir Singgung Soal Kualitas

Australia Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia U-19, Erick Thohir Singgung Soal Kualitas

Bola | Jum'at, 12 Juni 2026 | 00:27 WIB

KWP Bareng BNI Salurkan 2000 Paket Alat Sekolah di Tiga Daerah

KWP Bareng BNI Salurkan 2000 Paket Alat Sekolah di Tiga Daerah

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 00:27 WIB

Kamu Harus Tahu! 7 Aturan Baru Piala Dunia 2026: VAR Kini Lebih Berkuasa

Kamu Harus Tahu! 7 Aturan Baru Piala Dunia 2026: VAR Kini Lebih Berkuasa

Bola | Jum'at, 12 Juni 2026 | 00:20 WIB

Siapa Wasit Laga Pembuka Piala Dunia 2026? Sosok Kontroversial dari Brasil

Siapa Wasit Laga Pembuka Piala Dunia 2026? Sosok Kontroversial dari Brasil

Bola | Jum'at, 12 Juni 2026 | 00:11 WIB

Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI

Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 00:04 WIB

Detik-detik Pembukaan Piala Dunia 2026: 80.000 Suporter Padati Stadion Azteca

Detik-detik Pembukaan Piala Dunia 2026: 80.000 Suporter Padati Stadion Azteca

Bola | Kamis, 11 Juni 2026 | 23:51 WIB

Pelanggaran Fatal Terungkap! 6 Fakta di Balik Penangguhan 41 Dapur Makan Bergizi Gratis di Tangsel

Pelanggaran Fatal Terungkap! 6 Fakta di Balik Penangguhan 41 Dapur Makan Bergizi Gratis di Tangsel

Banten | Kamis, 11 Juni 2026 | 23:15 WIB

Siapa 'Pimpinan Berjenjang' BPK yang Disebut Titin Rita dalam Kasus Edison Muara Enim?

Siapa 'Pimpinan Berjenjang' BPK yang Disebut Titin Rita dalam Kasus Edison Muara Enim?

Sumsel | Kamis, 11 Juni 2026 | 23:11 WIB

Jutaan Ikan Mati Mendadak di Mempawah, Kerugian Pembudidaya Diperkirakan Miliaran

Jutaan Ikan Mati Mendadak di Mempawah, Kerugian Pembudidaya Diperkirakan Miliaran

Kalbar | Kamis, 11 Juni 2026 | 22:53 WIB