Kronologi Lengkap Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022, Versi Suporter Arema FC yang Selamat

Suara Denpasar

Minggu, 02 Oktober 2022 | 11:34 WIB
Kronologi Lengkap Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022, Versi Suporter Arema FC yang Selamat
Kronologi lengkap tragedi kanjuruhan 1 Oktober 2022 versi suporter Arema FC selamat. (Instagram @bonek_arus_bawah)

Suara Denpasar - Ratusan suporter Arema FC meninggal dunia pasca laga melawan Persebaya Surabaya di lanjutan Liga 1, Sabtu 1 Oktober 2022.

Peristiwa nahas yang terjadi di stadion kanjuruhan Malang itu menelan ratusan korban jiwa, dua di antaranya petugas kepolisian.

Berikur kronologi tragedi kanjuruhan 1 Oktober 2022 malam versi suporter yang selamat dan insiden.

Seperti dilansir dari akun Twitter @LIBRA_12 yang menyatakan bahwa ia adalah korban selamat dalam tragedi tersebut.

"Assalamualaikum. Sebelumnya saya turut berduka cita sedalam-dalamnya terhadap korban insiden yang terjadi di stadion Kanjuruhan pertandingan Arema vs Persebaya," cuitnya.

Ia juga mengucapkan syukur karena bisa selamat dalam peristiwa nahas tersebut.

"Yang kedua syukur alhamdulillah, saya diberi keselamatan sampai di rumah dan bisa menceritakan kronologi versi saya pribadi di sini," ucapnya.

Ia kemudian menceritakan kronologi insiden yang terjadi di kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 malam itu.

"Dari awal saya masuk stadion (kondisi pemain sedang pemanasan) semua berjalan aman dan tertib hingga kick off pukul 20.00," tulisnya.

baca juga

Kick off dimulai dan pertandingan berjalan aman, tanpa kericuhan sedikitpun.

"Yang ada hanya supporter Arema saling melontarkan psywar ke arah pemain persebaya," ungkapnya.

Babak pertama selesai, dan saat jeda istirahat, ada sekitar 2-3 kali kericuhan sedikit di tribun 12-13, yang bisa segera diamankan oleh pihak berwenang.

"Babak ke-2 berlanjut dan tim persebaya berhasil mencetak gol nya yang ke-3," ucapnya.

Arema FC semakin tampil menyerang menggempur gawang Persebaya, tapi tidak ada gol yang tercipta

"Semakin banyak serangan, semakin gemas juga kita sebagai supporter menontonnya," katanya.

Hingga peluit akhir dibunyikan, Arema FC tidak bisa menambah golnya, dan harus menerima kekalahan.

"Di sinilah awal mula tragedi dimulai. Setelah peluit dibunyikan, para pemain arema tertunduk lesu dan kecewa," paparnya.

Pelatih Arema dan Manager tim mendekati tribun timur dan menunjukkan gestur minta maaf ke supporter.

"Di sisi lain, ada 1 orang supporter yang dari arah tribun selatan nekat masuk dan mendekati Sergio Silva dan Maringa," bebernya.

Mereka terlihat sedang memberikan motivasi dan kritik kepada mereka.

"Kemudian ada lagi beberapa oknum yang ikut masuk untuk meluapkan kekecewaannya kepada pemain Arema, terlihat John Alfarizie mencoba memberi pengertian kepadan oknum-oknum tersebut," paparnya.

Namun, semakin banyak mereka berdatangan, semakin ricuh kondisi stadion karena dari berbagai sisi stadion juga ikut masuk untuk meluapkan kekecewaannya ke pemain.

"Diikuti dengan lempar-lempar berbagai macam benda ke arah lapangan, dan para suppoter yang semakin tidak terkendali," ulasnya.

Akhirnya pemain digiring masuk ke dalam ruang ganti dengan kawalan pihak berwajib.

"Setelah pemain masuk, supporter makin tidak terkendali dan semakin banyak yang masuk ke lapangan," tuturnya.

Pihak aparat juga melakukan berbagai upaya untuk memukul mundur para supporter.

"Yang menurut saya perlakuannya sangat kejam dan sadis, dipentung dengan tongkat panjang, 1 supporter dikeroyok aparat, dihantam tameng dan banyak tindakan lainnya," bebernya.

Tapi saat aparat memukul mundur supporter di sisi selatan, supporter dari sisi utara yang menyerang ke arah aparat.

"Karena semakin banyaknya supporter yang masuk ke lapangan dan kondisi sudah tidak kondusif, aparat menembakkan beberapa kali gas air mata ke arah suppoter yang ada di lapangan," sebutnya.

Silih berganti supporter menyerang aparat dari sisi selatan dan utara.

"Yang akhirnya, selain hujan lemparan benda dari sisi tribun, di dalam lapangan juga terjadi aksi tembak-tembakan gas air mata ke arah supporter," paparnya.

Terhitung puluhan gas air mata sudah ditembakkan ke arah supporter, di setiap sudut lapangan telah dikelilingi gas air mata.

"Ada juga yang langsung memberi tembakkan ke arah tribun penonton, yaitu di tribun 10," ulasnya.

Para supporter yang panik karena gas air mata, semakin ricuh di atas tribun.

"Mereka berlarian mencari pintu keluar, tapi sayang pintu keluar sudah penuh sesak karena para supporter panik terkena gas air mata," ucapnya.

Banyak ibu-ibu, wanita, orang tua dan anak anak kecil yang terlihat sesak gak berdaya, tidak kuat ikut berjubel untuk keluar dari stadion.

"Terlihat mereka sesak karena terkena gas air mata," katanya.

Seluruh pintu keluar penuh dan terjadi macet. Di dalam stadion mereka sesak karena gas air mata yang sudah ditembakkan ke berbagai arah.

"Sedangkan untuk keluar stadionpun gak bisa karena macet penuh sesak di pintu keluar," tulisnya.

Di luar stadion banyak yang terkapar dan pingsan karena efek terjebak di dalam stadion yang penuh gas air mata.

"Dan sekitar pukul 22.30 juga masih banyak insiden pelemparan batu ke arah mobil aparat, dan pengeroyokan suporter terhadap aparat yang dianggap mengurung kita di dalam stadion dengan puluhan gas air mata," bebernya.

Dan terjadi beberapa tembakan gas air mata kembali di luar stadion, lebih tepatnya di sekitar tribun 2 Kanjuruhan.

"Kondisi luar stadion kanjuruhan sudah sangat mencekam," tuturnya.

Banyak supporter yang lemas bergelimpangan, teriakan dan tangisan wanita.

"Supporter yang berlumuran darah, mobil hancur, kata-kata makian dan amarah, batu batako, besi dan bambu beterbangan," sebutnya.

Penulis sekaligus saksi ini dikenalkan pada Arema FC oleh orang tua pada tahun 2007 hingga saat ini.

"Hari ini 1 Oktober 2022 adalah titik terendah saya menjadi seorang supporter," ucapnya.

Dia masih belum percaya menyaksikan saudara-saudaranya dengan kondisi seperti itu.

"Tanpa mengurangi rasa respect saya kepada keluarga korban, di sini saya mencoba menjelaskan kronologi yang saya alami secara pribadi," pungkasnya.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Minta Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan Malang, Liga 1 Harus Dihentikan Sementara

Jokowi Minta Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan Malang, Liga 1 Harus Dihentikan Sementara

Denpasar | Minggu, 02 Oktober 2022 | 11:01 WIB

Tragedi Kanjuruhan Malang 1 Oktober 2022, Kapolda Jatim: Pertandingan Tidak Ada Permasalahan

Tragedi Kanjuruhan Malang 1 Oktober 2022, Kapolda Jatim: Pertandingan Tidak Ada Permasalahan

Denpasar | Minggu, 02 Oktober 2022 | 10:52 WIB

Resmi Laga Persib Bandung Vs Persija Jakarta Ditunda

Resmi Laga Persib Bandung Vs Persija Jakarta Ditunda

Denpasar | Minggu, 02 Oktober 2022 | 10:45 WIB

Tragedi Kanjuruhan Malang 1 Oktober 2022 di Mata Persebaya: Tidak Ada Satupun...

Tragedi Kanjuruhan Malang 1 Oktober 2022 di Mata Persebaya: Tidak Ada Satupun...

Denpasar | Minggu, 02 Oktober 2022 | 10:37 WIB

Nikita Mirzani Ikut Berduka di Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang

Nikita Mirzani Ikut Berduka di Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang

Denpasar | Minggu, 02 Oktober 2022 | 10:14 WIB

Terkini

Lewat BRIvolution Reignite, BRI Perkuat Kinerja dan Dukung Perekonomian Nasional Bersama Danantara

Lewat BRIvolution Reignite, BRI Perkuat Kinerja dan Dukung Perekonomian Nasional Bersama Danantara

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 09:35 WIB

Tewas Usai Uji Nyali: Detik-Detik Tragis Perempuan Tulungagung Ambruk di Depan Rumah Hantu

Tewas Usai Uji Nyali: Detik-Detik Tragis Perempuan Tulungagung Ambruk di Depan Rumah Hantu

Jatim | Kamis, 30 Juli 2026 | 09:34 WIB

Angkat Kisah Perempuan Melawan, My Brilliant Career Bakal Tayang 13 Agustus

Angkat Kisah Perempuan Melawan, My Brilliant Career Bakal Tayang 13 Agustus

Your Say | Kamis, 30 Juli 2026 | 09:34 WIB

Bukan Sekadar Chatbot, Ini Jadi "Senjata Rahasia" Soltius Indonesia di Era Konsultasi Berbasis GenAI

Bukan Sekadar Chatbot, Ini Jadi "Senjata Rahasia" Soltius Indonesia di Era Konsultasi Berbasis GenAI

Tekno | Kamis, 30 Juli 2026 | 09:34 WIB

Kok Aneh? Laga Vietnam vs Singapura Gunakan VAR tapi Wasit Tak Datang ke Stadion

Kok Aneh? Laga Vietnam vs Singapura Gunakan VAR tapi Wasit Tak Datang ke Stadion

Bola | Kamis, 30 Juli 2026 | 09:30 WIB

Siap-siap Uang Belanja Bengkak, Harga Pangan Mulai Melonjak

Siap-siap Uang Belanja Bengkak, Harga Pangan Mulai Melonjak

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 09:29 WIB

BRIvolution Reignite Kian Agresif, BRI Perluas Kontribusi bagi Perekonomian Nasional

BRIvolution Reignite Kian Agresif, BRI Perluas Kontribusi bagi Perekonomian Nasional

Sumut | Kamis, 30 Juli 2026 | 09:29 WIB

Eks Wakapolri Oegroseno Terseret Kasus Apa? Blak-blakan Merasa Dikriminalisasi Polri

Eks Wakapolri Oegroseno Terseret Kasus Apa? Blak-blakan Merasa Dikriminalisasi Polri

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 09:28 WIB

The Odyssey: Kejeniusan Christopher Nolan dalam Menerjemahkan Sebuah Epos

The Odyssey: Kejeniusan Christopher Nolan dalam Menerjemahkan Sebuah Epos

Your Say | Kamis, 30 Juli 2026 | 09:26 WIB

Oppo Reno16 Pro 5G Jadi Pionir MediaTek Dimensity 8550 Super di Indonesia, Apa Keunggulannya?

Oppo Reno16 Pro 5G Jadi Pionir MediaTek Dimensity 8550 Super di Indonesia, Apa Keunggulannya?

Tekno | Kamis, 30 Juli 2026 | 09:25 WIB

×