Suara Denpasar - Tidak hanya di dalam stadion, ternyata di luar stadion Kanjuruhan Malang pun suasananya mencekam.
Tragedi kanjuruhan 1 Oktober 2022 malam itu disampaikan oleh salah satu suporter Arema FC yang selamat.
Diketahui bersama bahwa Arema FC kalah 2-3 atas Persebaya Surabaya di kandangnya sendiri pada 1 Oktober 2022 malam.
Salah satu suporter Arema FC yang selamat dari tragedi kanjuruhan 1 Oktober 2022 memberikan kesaksian di akun twitter @LIBRA_12.
"Di luar stadion banyak yang terkapar dan pingsan karena efek terjebak di dalam stadion yang penuh gas air mata," tulisnya.
Sekitar pukul 22.30 juga masih banyak insiden pelemparan batu ke arah mobil aparat.
"Dan pengeroyokan suporter terhadap aparat yang dianggap mengurung kita di dalam stadion dengan puluhan gas air mata," bebernya.
Dan terjadi beberapa tembakan gas air mata kembali di luar stadion, lebih tepatnya di sekitar tribun 2 Kanjuruhan.
"Kondisi luar stadion kanjuruhan sudah sangat mencekam," tuturnya.
Baca Juga: Gas Air Mata Bikin Panik, Suporter Arema FC: Banyak Wanita dan Anak-anak Sesak tak Berdaya
Banyak supporter yang lemas bergelimpangan, teriakan dan tangisan wanita.
"Supporter yang berlumuran darah, mobil hancur, kata-kata makian dan amarah, batu batako, besi dan bambu beterbangan," sebutnya.***