Peluang Menteri Pariwisata Sandiaga Salahudin Uno untuk menjadi calon wakil presiden terbuka lebar.
Pengalaman dalam politik dan lobi-lobi dengan pengusaha di tanah air menjadi salah satu modal utama Sandiaga Uno dalam percaturan politik di tanah air.
Untuk menghadapi pemilu 2024, dia mengaku membuka diri terhadap berbagai komunikasi politik.
Baik dari orang per orang maupun partai politik. Demikian, ingat dia, dalam politik tidak boleh bawa perasaan alias Baper.
Begitu juga ketika ditanya adakah niatnya mendampingi Prabowo atau Anies Baswedan?
"Nanti apakah (dampingi) pak Prabowo atau pak Anis atau sama Pak Ganjar atau tokoh-tokoh lain, nanti parpol yang tentukan.
Kita harus siap Terima keputusan yang diberikan," ucap Sandi.
Nama Ganjar Pranowo memang elektabilitasnya sedang tinggi, meski sampai saat ini PDI Perjuangan belum mau melirik Gubenur Jawa Tengah tersebut.
Sebab, elite PDI Perjuangan masih sibuk menggoalkan nama Puan Maharani.
"Waktunya masih cukup panjang hingga September 2023 mendatang untuk membuat keputusan," jelasnya.
Baca Juga: Berkali-kali Kang Dedi Mulyadi Sebut soal Badai, Pasrahkan Gugatan Cerai ke Pengacara
"Pembicaraan selalu berlangsung dan hormati sebagai bentuk kedewasaan sistem perpolitikan kita. Berpolitik tidak boleh baper, silaturahmi kita jaga dan hargai aspirasi masyarakat," ungkapnya.
Tidak Baper dalam berpolitik itu dimaksudkan untuk pendewaasaan politik di era demokrasi ini.***