Suara Denpasar – Siskaeee, bintang OnlyFans yang pernah ditangkap pada akhir 2021 karena melakukan eksibisionisme atau menunjukkan bagian tubuhnya kepada orang lain atau di tempat umum mengaku memiliki banyak fetish seksual. Itu pula yang membuatnya sampai saat ini dia belum punya pacar.
Fetish seksual yang dimaksud adalah beberapa jenis kecenderungan orientasi seksual yang di luar normal. Khusus fetish yang dialami Siskaeee ada cukup banyak. Dari BDSM (bondage, dominance, sadism, dan masochism), femdom (female dominance), hingga keinginan untuk melakukan hubungan intim dengan banyak lelaki sekaligus.
“Siska pribadi itu banyak fetishnya. Kalau punya pacar itu belum tentu menerima fetish kita,” kata Siskaeee ketika menjawab Deddy Corbuzier dalam podcast yang tayang di kanal Youtube Deddy Corbuzier, Sabtu (15/10/2022) yang dikutip Suara Denpasar, Senin (17/10/2022).
Siskaeee mengatakan, beberapa kecenderungan fetish yang dimilikinya adalah BDSM, femdom, dan bercinta dengan banyak lelaki. Untuk itu, tidak mudah mencari partner yang bisa menerima orientasi seksualnya yang “tidak normal” ini.
Soal BDSM, dia mengaku sering melakukan. Itu bisa switch, artinya bertukar. Bisa sang perempuan sebagai objek, atau sebaliknya sang lelaki yang jadi objeknya. Begitu juga femdom atau perempuan yang mendominasi dalam hubugan intim, dia suka melakukan.
Dan termasuk adalah Siskaeee memiliki kecenderungan untuk kerap terdorong melakukan hubungan intim dengan lebih dari satu orang. Bisa satu perempuan lawan lebih dari satu lelaki, atau sebaliknya satu lelaki dengan banyak perempuan.
Dia pernah melakukan semua fetish tersebut. Termasuk dengan tiga lelaki sekaligus. atau foursome. Bahkan, dia memiliki fantasi berhubungan intim yang sampai saat ini belum kesampaian, yakni gangbang dengan minimal 7 lelaki sekaligus.
Dengan kecenderungan fetish demikian, Siskaeee mengaku bukan orang yang posesif atau cemburuan. Dia mengaku bisa mencintai dengan satu lelaki, tapi dia bisa bercinta dengan lebih dari satu lelaki. Sebab, baginya tali kasih atau cinta sayang berbeda dengan seks.
Bahkan, dia mengaku bila punya pacar, maka membolehkan sang pacar berhubungan intim dengan perempuan lain. Namun, ada syarat, hubungan intim itu diketahuinya, dan dia melihatnya.
“Boleh (pacar dengan perempuan lain). Saya tahu, lihat. Kalau diam-diam (saya) marah. Kalau dikasih tahu dan dikasih lihat, boleh (melakukan hubungan intim dengan perempuan lain),” jelasnya.
“Di Indonesia susah, tuh?” kata Deddy.
“Iya,” aku dia seraya mengakui kemungkinan hal seperti bisa dia lakukan di luar negeri.
Untuk tipe lelaki yang bisa jadi partner atau pacar, Siskaeee mengaku suka yang nurut. Tipe lainnya memiliki Mr P yang besar.
“Pengin pilih cowok yang bisa disiksa (dalam berhubungan intim),” katanya terus terang.
“Ini podcast terberat gue. Sempit celana gue,” kata Deddy berkelakar.
Dengan segala fetish dan hypersex atau orientasi seksual yang “tidak normal” ini, Siskaeee mengaku pernah menangis untuk lelaki. Namun, setelah dirinya menjadi Siskaeee, dalam arti setelah populer dengan melalui OnlyFans, dan banyak penggemar, dia tidak sudi lagi menangis untuk lelaki.
“Setelah itu gak pernah (menangis lagi). Gak mau nangis buat cowok. Biar cowok nangis buat Siskaeee,” terang perempuan berusia 24 tahun ini.
Ditanya apakah ada rencana nikah dan menghentikan fetish yang dimiliki, dia tidak punya rencana itu. Dia bahkan ingin tetap mempertahankan hal ini. Kalaupun tidak ada lelaki yang belum mau, tidak masalah.
“Cari (pacar/ suami) yang mau aja (menerima fetish yang dia miliki). Gak mau ya udah (gak usah menikah),” terangnya.
Orientasi seksual yang dianggap sebagai kelainan seksual ini, diakui Siskaeee sebagai dampak dari pengalaman traumatis ketika masih remaja. Saat SMA dia menjadi korban rudapaksa atau perkosaan, dan beberapa kali menjadi korban begal payudara.
Pemilik ukuran bra 34D ini pun mengaku, akibat kejadian itu dia sempat bertanya mengapa sering atau hampir selalu perempuan yang jadi korban kejahatan seksual. Sejak itu, dia memiliki fetish yang dianggap tidak normal bagi manusia kebanyakan. (*)