Suara Denpasar - Kang Dedi Mulyadi kembali bermain filosofi dalam unggahannya terkait dengan kehormatan seorang perempuan Sunda.
Pria yang biasa dipanggil Kang Dedi ini menyebut jika kehormatan seorang perempuan Sunda itu ibarat kancing.
Jika kancing itu sudah lepas apalagi di tangan orang yang tidak berhak, maka kehormatannya akan ikut jatuh juga.
Sedangkan kehormatan laki-laki Sunda itu diibaratkan dengan iket kepala.
Seperti diketahui saat ini Kang Dedi tengah berstatus sebagai tergugat dalam perkara gugatan perceraian yang dilayangkan Anne Ratna.
Namun dia tidak menjelaskan kepada siapa makna filsosofi ini dutujukan.
Dalam unggahannya Kang Dedi Mulyadi mengungkapkan orang Sunda memiliki peribahasa “cing caringcing pageuh kancing, set saringset pageuh iket”.
Dia menjelaskan, kancing adalah simbo feminim atau kehormatan perempuan, sedangkan iket simbol kehormatan lelaki.
Kata dia, kancing adalah perempuan, yang harus menjaga kehormatan secara pageuh atau erat.
Baca Juga: Ramalan Terbaru! Luna Maya Cuma Bisa Nikah dengan Ariel Noah
“Harus dikancingin. Gak boleh itu benangnya lepas,” terangnya dari unggahan di akun KDM Chanel, dikutip pada Senin (31/10).
Kata dia perempuan Sunda memiliki kancing sampai di atas dada karena itu kehormatannya.
“Kalau kancingnya lepas, itu tanda sudah hilangnya kehormatan diri. Karena kancingnya sudah lepas,” papar dia.
Kang Dedi Mulyadi mengatakan, apabila kancingnya lepas ke kait tidak ada masalah, kata dia yang jadi masalah jika lepas ke pihak lain.
“Tapi yang bermasalah kalau kancingnya (kehormatannya, red) lepas oleh tangan orang lain. Yang bukan haknya. Itu berbahaya,” jelasnya bermain kata-kata filosofis.
Saat ini Kang Dedi Mulyadi tengah dihadapkan dengan permasalahan rumah tangga dengan istrinya Anne Ratna yang kini menjabat sebagai Bupati Purwakarta.