Suara Denpasar - Dedi Mulyadi atau yang lebih akrab disapa dengan sebutan Kang Dedi kini akhirnya mendatangi pengadilan agama usai digugat cerai oleh Anne Ratna Mustika.
Wanita yang kerap dipanggil Ambu Anne itu mengaku tak pernah serumah dan bertemu dengan Kang Dedi Mulyadi sejak Mei 2022 dan terakhir bertemu pada momen lebaran.
Namun, baru-baru ini keduanya dipertemukan dalam rangka mediasi gugatan perceraian yang dilayangkan Bupati Purwakarta itu dan sempat saling berjabat tangan.
Beberapa waktu lalu, Kang Dedi terlihat tak mengenakan iket kepala yang biasanya ia pakai hampir setiap hari pada saat mendatangi kantor pengadilan agama.
Belakangan ini viral sebuah pernyataan yang dilontarkan oleh Kang Dedi Mulyadi soal alasan mengapa dirinya tak mengenakan iket kepala.
Ia pun mengungkapkan apa arti dari penggunaan iket kepala tersebut yang ternyata merupakan filosofi Sunda.
"Artinya kita ini harus memiliki kewaspadaan, harus diiketan biar nggak kemana-mana, biar fokus, fokusnya ke hati," paparnya dilansir dari YouTube Kang Dedi Mulyadi.
"Itu lambang kehormatan, lambang kepemimpinan," sambungnya.
Lantas, ia pun memberikan penjelasan terkait dirinya yang tak mengenakan iket kepala.
Baca Juga: Kengerian di Buleleng, Putu Ardika Habisi Nyawa Istri dan Anak di Dalam Kandungan Usia 7 Bulan
"Kenapa saya tidak pakai ikat? Karena bagi saya tempat itu (pengadilan agama) bukan lagi tempat yang melambangkan kehormatan," jelasnya.
"Tempat itu bukan lagi tempat yang melambangkan tentang maskulin," lanjutnya.
Kemudian, Kang Dedi Mulyadi juga mengaku bahwa dengan datang ke pengadilan agama itu, ia merasa tak maskulin lagi.
"Dengan saya datang ke situ, sebenarnya saya sudah tidak maskulin lagi," katanya.
"Saya datang ke situ juga bukan seorang pemimpin lagi," imbuhnya.
Ia juga mengaku bahwa dirinya menjadi seorang yang kehilangan segalanya.