Suara Denpasar - Anne Ratna Mustika sempat mendeklarasikan dirinya menanggalkan panggilan Ambu yang berarti ibu dalam terjemahan bahasa Sunda. Ini menyusul gugatan cerai yang dilayangkan ke sang suami, Dedi Mulyadi.
Hal tersebut terungkap dalam Gebyar Desa dan Gempungan di Desa Pasanggrahan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Rabu (26/10/2022).
"Nama panggilan saya diganti, ya, jangan panggil Ambu lagi, tapi diganti menjadi Neng," kata bupati yang akan menanggalkan jabatannya tahun depan tersebut dalam acara yang juga dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum.
"Pak Wakil Bupati, para Camat, dan kepala OPD serta yang lainnya, catat jangan panggil Ambu, tapi Neng Anne," ulangnya lagi.
Eneng” atau biasa disingkat “neng”, dalam budaya Sunda, biasanya merujuk pada perempuan yang masih remaja.
Dulu, lazimnya digunakan sebagai panggilan untuk anak gadis yang keluarganya dihormati di kampung. Sontak panggilan tersebut dikaitian dengan gugatan cerai yang dilayangkan ke Kang Dedi. Warganet menduga bahwa Neng Anne sudah siap menjadi janda.
Tapi, kembali publik dihebohkan dengan postingan Instagram Neng Anne yang tiba-tiba memunculkan kata Ambu lagi.
Adakah ini tanda-tanda keduanya bakal rujuk setelah drama gugatan perceraian yang begitu panjang dan melelahkan.
"Kebon Ambu dibuka untuk umum pada hari Sabtu dan Minggu. Ayo ajak keluarga berkunjung ke Kebon Ambu untuk belajar mengenal sekaligus menanam berbagai jenis sayuran dan buah," demikian tulis Neng Anne dalam akun Instagram@anneratna82.
Dalam postingan tersebut tergambar aktivitas Anne Ratna Mustika yang memanen sayur, anggur, dan mencicipi langsung hasil panen sambil duduk di saung yang berada di areal kebon tersebut. ***