Suara Denpasar-Sejumlah element dari kelompok mahasiswa dan masyarakat Bali, menggelar kampanye di monumen Bajra Sandhi, Renon, Denpasar pada Minggu (6/11/2022). Dalam kampanye yang digelar oleh Kesatria Muda Respublika itu, mereka menyuarakan agar masyarakat bijak menggunakan BBM.
"Dalam kegiatan ini pentingnya di laksanakan untuk membubuhkan nilai-nilai persatuan dan pemahaman mengenai pentingnya masyarakat bijak dalam menggunakan BBM," kata Iwan Bento Wijaya, selaku Ketua Dewan Pembina Pimpinan Pusat Kesatria Muda Respublika.
Dijelaskannya, isu energi merupakan salah satu isu dalam pembahasan KTT G20 November 2022 di Bali. Sehingga pihaknya mengajak masyarakat bali bergembira bersama dalam akan terselenggaranya KTT G20. "Dalam KTT G20, energi adalah salah satu isu strategis pada pembahasan negaranegara anggota G20," ujarnya.
Lanjut dia, saat ini dunia sedang menghadapi berbagai isu krisis salah satunya krisis energi. Krisis tersebut di latar belakangi oleh berbagai faktor. Dimulai dari Konflik Rusia-Ukraina yang menimbulkan beberapa efek signifikan terhadap ekonomi dan keniakan harga komuditi energi. Selain itu pengaruh besar lainnya yakni sanksi Uni Eropa dan AS terhadap Rusia untuk melarang pasokan minyak Rusia untuk masuk pada pasar dagang global.
Berkurangnya pasokan minyak dunia dimana negara OPEC+ mengurangi produksi minyak mentah hingga 2 juta barel per hari pada bulan November 2022. Adanya ketegangan Rusia-Ukraina serta China-Taiwan membuat jalur distribusi komuditi minyak mentah mengalami gangguan dalam pendistribusian komuditi.
Gagalnya penambahan pasok minyak dunia berasal dari Iran karena Amerika Serikat membatalkan renegosiasi perjanjian nuklir. Selain itu, penyesuaian harga BBM juga dimaksudkan untuk mengurangi beban APBN yang semakin berat. Berdasarkan Perpres No. 98 tahun 2022, negara memberikan subsidi dan kompensasi BBM sebesar Rp502,4 triliun, nilai yang sangat besar jika dibandingkan dengan APBN tahun 2022 sebelumnya.
Sementara itu, kegiatan itu juga dihadiri oleh organisasi Serikat Pekerja Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bali, Badung. Dalam kesempatan itu, Ketua serikat, Ayu Budiasih mengatakan 85 persen Anggita serikat ya mendaoatkan subsidi BBM.
"Kalau di Bali sendiri anggota kami karena langsung berhubungan dengan kementerian hampir 85 persen dapat. Ada beberapa yang tidak dapat karena masalah update data," katanya.
Dijelaskannya bahwa anggota serikat ya berjumlah 12 ribu orang. Mayoritas pekerja pariwisata, travel Agent, rekreasi dan ekonomi kreatif.
Baca Juga: Pemuda di Denpasar Beli Perangkat Televisi di Toko On Line, Yang Datang Malah Sebungkus Garam Dapur
"Kepada pemerintah kita harapkan memberikan pelatihan yang dalam artian untuk berdayaguna kepada pekerja. Kita tidak memungkiri bahwa subsidi itu penting, tetapi yang paling penting adalah dengan memberikan pelatihan. Berikan ranyat itu skill sehingga dia bisa menghasilkan nilai value bagi dirinya sendiri. Karena kalo dengan uang kan cuma hari itu saja. Tetapi kalo pemerintah mau memberikan skill dan membuka lapangan pekerjaan yang lebih banyak itu yg lebih penting," jelasnya.