Suara Denpasar - Ada sosok orang baik yang selalu diingat Dedi Mulyadi. Dia adalah Mang Nurdin.
Teman semasa kecilnya yang juga menjadi pendukungnya saat menata Lembur Pakuan. Saking akrabnya hubungan mereka berdua.
April, anak paling bontot Mang Nurdin memanggil mantan bupati Purwakarta dua periode tersebut dengan panggilan ayah.
Demikian, kini Mang Nurdin telah tiada. Pria tersebut meninggal tujuh hari lalu karena serangan jantung. "Nyeri dada," kata istri Mang Nurdin ketika Kang Dedi berkunjung ke kediamannya bersama Nyi Hyang yang dilihat denpasar.suara.com di kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi.
Pada kesempatan tersebut sesuai tradisi tujuh hari meninggalnya seseorang.
Kang Dedi juga membawa beras dan uang untuk acara tujuh harian.
Kenang suami dari Anne Ratna Mustika tersebut, saat sama-sama duduk di bangku sekolah dasar (SD). Keduanya sering main sepak bola bareng.
“Waktu SD saya penjaga gawangnya, Mang Nurdin penyerangnya, strikernya. Jago main bola,” sebutnya.
Persahabatan mereka terus terjalin hingga tua kini. “Ketika saya sering ke Lembur Pakuan, Mang Nurdin menjadi orang yang mensuport saya untuk terus melakukan penataan di kampung ini. Karena dia sempat jadi ketua RW,” paparnya.
Kini dengan kepergian Mang Nurdin. Dirinya kehilangan satu lagi sosok orang baik. “Sekarang kita kehilangan satu orang yang rajin menolong,” sebut dia.
Semasa hidup dengan keahliannya, Mang Nurdin membantu orang lain yang mengalami keseleo dan patah tulang.***