BAIS dan BIN Ikut Campur, Indonesia Peoples Assembly Tuding G20 Bungkam Suara Rakyat

Suara Denpasar

Senin, 14 November 2022 | 09:39 WIB
BAIS dan BIN Ikut Campur,  Indonesia Peoples Assembly Tuding G20 Bungkam Suara Rakyat
Instagram

Suara Denpasar - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang berlangsung di Bali banyak mendapat kritikan terkait sikap represif aparat yang dinilai berlebihan.

Kali ini dalam media rilisnya Koordinator Indonesia People’s Assembly (IPA) Raden Deden Fajrullah menyatakan, aliansi IPA mengecam seluruh tindakan represif dan provokasi yang dilakukan oleh Negara dalam membungkam gerakan kritik rakyat sepanjang persiapan KTT G.20.

Beberapa tindakan represif itu di antaranya penghadangan terhadap Pesepeda Chasing the Shadow Green Peace di Probolinggo.

Selain itu pembatalan juga terjadi pada kegiatan ruang aspirasi dan seni anak muda bali untuk iklim yang diorganisasikan oleh 350.id dan XR serta pembatalan acara jangkongan warga serta beberapa pembubaran aktivitas lainya. 

Dengan begitu, pihaknya menuding bahwa G20 bukan untuk rakyat tetapi hanya untuk segelintir pengusaha besar dan negeri-negeri kaya yang memiliki kepentingan memindahkan beban krisis yang mereka hadapI ke negeri-negeri miskin dan terbelakang.

”Tindakan ini adalah merupakan serangkaian tindakan fasis dan brutal dalam mengekang dan membungkam demokrasi," sentil dia dalam rilisnya.

Sebelumnya BEM Fakultas Hukum bersama dengan aliansi Bali Tdak Diam (BTD) di Bali juga mendapatkan ancaman pembubaran dari pihak kampus Universitas Udayana.

Selain itu Gerakan rakyat menolak G20 di beberapa kota yang dikordinasikan IPA juga mendapatkan intimidasi baik dengan cara didatangi secara langsung maupun melalu telepon,
Di Kalimantan Barat organisasi buruh yang tergabung dalam  Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) Kalbar tanggal 12 November kemarin didatangi oleh 3 orang aparat BAIS dan BIN dan meminta keterangan terkait soal kampanye menentang G20 yang diselenggarakan oleh IPA.
Sedangkan di kota Mataram, kordinator Indonesia People’s Assembly (IPA) kota Mataram juga mendapatkan telepon serupa dari BAIS dan BIN, dan banyak lagi.

Selain itu, beberapa akun media sosial organisasi dan personal yang kerap membagikan narasi-narasi kritik terhadap G20 juga di suspend termasuk nomor Whats APP milik coordinator IPA yang beberapa kali ada permintaan confirmasi registrasi.

baca juga

Maka aliansi Indonesia People’s Assembly yang terdiri dari 25 organisasi tingkat nasional dan daerah di 15 provinsi di Indonesia mendesak pemerintah untuk menghentikan seluruh upaya provokasi, intimidasi, terror, dan pembubaran paksa terhadap seluruh gerakan rakyat.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Sambut Presiden Uni Emirat Arab di Solo untuk Resmikan Masjid: Biden Cukup Sandiaga Uno

Jokowi Sambut Presiden Uni Emirat Arab di Solo untuk Resmikan Masjid: Biden Cukup Sandiaga Uno

Denpasar | Senin, 14 November 2022 | 09:28 WIB

Sisi Kelam KTT G20 di Bali! Warga Diintimidasi hingga Rapat Internal YLBHI Dibubarkan Paksa Aparat

Sisi Kelam KTT G20 di Bali! Warga Diintimidasi hingga Rapat Internal YLBHI Dibubarkan Paksa Aparat

Denpasar | Senin, 14 November 2022 | 09:27 WIB

Rapat Internal di Sanur Dibubarkan, YLBHI Tuding Aparat dan Pecalang Anti Demokrasi

Rapat Internal di Sanur Dibubarkan, YLBHI Tuding Aparat dan Pecalang Anti Demokrasi

Denpasar | Senin, 14 November 2022 | 09:03 WIB

Terkini

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

Jogja | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:34 WIB

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:25 WIB

×