Suara Denpasar - Jejak digital memang bisa menggambarkan kulit luar sebuah kasus. Begitu juga dengan gugatan cerai yang dilayangkan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika kepada sang suami Dedi Mulyadi ke Pengadilan Agama (PA) Purwakarta.
Banyak yang menilai gugatan cerai dengan persoalan pengaturan keuangan yang tidak jelas, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) secara psikologis, dan juga terkait nafkah batin tak masuk akal.
Sebab, dalam berumahtangga belasan tahun, Neng Anne-begitu Anne Ratna Mustika ingin dipanggil pasca melayangkan gugatan cerai kepada Kang Dedi sebenarnya sudah tahu karakter sang suami.
Hal tersebut terungkap dalam kanal YouTube @. Ivan Wirata Channel. Ivan sendiri adalah anggota DPRD Jambi yang 10 bulan lalu berkunjung ke Purwakarta ingin berguru dan mendapat ilmu kepemimpinan dari Dedi Mulyadi.
Dikutip denpasar.suara.com, Kamis (17/11/2022) itu terungkap bahwa Neng Anne sudah mengetahui dan bisa menerima karakter dari Kang Dedi.
"Kang Dedi itu kalo melaksanakan tugas itu all out atau totalitas karena jiwanya sudah melekat sekali dengan masyarakat," jawab Neng Anne. "Kang Dedi itu kalo melaksanakan tugas itu all out atau totalitas karena jiwanya sudah melekat sekali dengan masyarakat," imbuhnya.
Neng Anne sendiri sempat protes ketika pertama kali berumahtangga. Kesibukan Kang Dedi yang seakan-akan melupakan keluarga dan di sisi lain anak masih kecil.
Namun, seiring waktu akhirnya dia bisa menerima sikap dan pilihan sang suami tersebut. "Akhirnya saya sendiri sendiri betul-betul memberikan ruang yang begitu leluasa untuk KDM untuk berinteraksi, bersosialisasi dan bersilaturahmi dengan warga masyarakat," paparnya.
"Mudah-mudahan bisa menginspirasi banyak orang untuk berbuat kebaikan, supaya kita juga sebagai manusia punya nilai manfaat bagi orang lain," puji dia.
Baca Juga: Astaga! Rahasia Sule Dibuka Anaknya Sendiri, Putri Delina: Kancut Ayah Itu Gak Pernah Ganti-ganti
Mendapat pemaparan seperti itu Ivan Wirata mengaku akan terus belajar dan menimba ilmu dari Kang Dedi yang memiliki jiwa sosial yang tinggi. Bahkan sampai saat ini masih dicintai masyarakat Purwakarta. ***