Kang Dedi Mulyadi Beri Sindiran Menohok, Jangan Ketinggian Kalau Ngomong Merasa Paling Susah

Suara Denpasar

Kamis, 17 November 2022 | 08:20 WIB
Kang Dedi Mulyadi Beri Sindiran Menohok, Jangan Ketinggian Kalau Ngomong Merasa Paling Susah
Kang Dedi Mulyadi Beri Sindiran Menohok, Jangan Ketinggian Kalau Ngomong Merasa Paling Susah. (KDM Channel)

Suara Denpasar- Kang Dedi Mulyadi seolah memberikan sindiran menohok soal kehidupan masyarakat Purwakarta yang saat ini disebutnya banyak yang hidup susah.

Banyak warga yang sekadar untuk kebutuhan hidup dasar seperti beli beras dan menyekolahkan anak sampai kesusahan.

Karena itu dia menyebut jangan ketinggian saat berbicara dan merasa jadi orang yang paling susah, padahal banyak orang di Purwakarta yang hidupnya lebih susah lagi.

Tidak disebutkan siapa yang disinggung Dedi Mulyadi, namun pernyataan ini disampaikan sesaat sebelum sidang gugatan perceraian yang dilayangkan Bupati Purwakarta Anne Ratna kepada dirinya.

Sebelum sidang guatan perceraian di Pengadilan Agama Purwakarta, Kang Dedi Mulyadi menyempatkan diri bertemu tukang ojek online di jalan.

Dia kemudian mengajak ngopi tukang ojek tersebut dan berbincang soal masalah yang dihadapi masyarakat. 

"Nih bicara soal rakyat, harus ngerti hidup rakyat, kita ini jangan ketinggian kalau ngomong merasa paling susah di dunia, ini orang lebih susah, rakyat kita rakyat Purwakarta," kata Kang Dedi yang diunggah dalam akun youtube Kang Dedi Mulyadi (KDM) Channel, dikutip pada Kamis (17/11).

Dalam obrolannya bersama salahsatu tukang ojek online (ojol) ini dalam seminggu dia hanya mendapatkan Rp234 ribu, atau sebulan hanya satu jutaan.

Pendapatannya itu harus dipotong dengan biaya listrik, kebutuhan daur untuk istri seperti beras, kebutuhan anak sekolah.

baca juga

"Pantesan ganti oli saja tidak bisa," jelas Kang Dedi Mulyadi yang saat ini menjadi anggota DPR RI tersebut. 

Dalam sehari tukang ojol ini harus mengeluarkan uang untuk biaya makan anak istri Rp46 ribu. 

Kekurangan biaya untuk kebutuhan sehari-hari ini kata tukang ojol ini hanya dipasrahkan saja karena kadang dia dapat tambahan dari orang-orang yang mendadak mencegatnya untuk ke pasar. 

Sementara itu Kang Dedi digugat cerai Anne Ratna salahsatunya masalah nafkah lahir dan batin, di antaranya adalah masalah ekonomi yang menjadi tanggung jawab pihak laki-laki yang tidak diberikan. 

Versi Kang Dedi dirinya sudah banyak membayar kebutuhan anak kuliah anak hingga membayar kebutuhan aset keluarga Anne Ratna sampai Rp20 juta sebulan seperti bayar listrik, pajak dan lain-lain. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ogah Damai, Ini 4 Alasan Anne Ratna Mantap Ingin Ceraikan Kang Dedi Mulyadi, Bukan Orang Ketiga

Ogah Damai, Ini 4 Alasan Anne Ratna Mantap Ingin Ceraikan Kang Dedi Mulyadi, Bukan Orang Ketiga

Denpasar | Kamis, 17 November 2022 | 08:11 WIB

Suami Dirumahkan, Istri Jualan Kopi, Kang Dedi Mulyadi: yang Penting Rumah Tangga Bertahan

Suami Dirumahkan, Istri Jualan Kopi, Kang Dedi Mulyadi: yang Penting Rumah Tangga Bertahan

Denpasar | Kamis, 17 November 2022 | 07:48 WIB

Dibilang Tak Beri Nafkah, Dedi Mulyadi Mulai Hitung-hitungan, Tantang Ambu Anne: Takut Kurang? Takut Nggak Makan?

Dibilang Tak Beri Nafkah, Dedi Mulyadi Mulai Hitung-hitungan, Tantang Ambu Anne: Takut Kurang? Takut Nggak Makan?

Denpasar | Rabu, 16 November 2022 | 18:24 WIB

Terkini

Api Kepung TPA Rasau Jaya, Pemadaman Diperkuat dari Udara

Api Kepung TPA Rasau Jaya, Pemadaman Diperkuat dari Udara

Foto | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

×