Suara Denpasar - Gugatan cerai dari Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika kepada suaminya, Dedi Mulyadi sampai saat ini masih terus berlanjut.
Pasalnya, wanita yang akrab disapa Ambu Anne itu menggugat cerai suaminya lantaran perihal agama yang mendasar.
Kang Dedi sempat mangkir dari panggilan sidang di kantor pengadilan selama 2 kali berturut-turut, namun dirinya hadir dalam sidang ketiga serta mediasi-mediasi lainnya dengan Ambu Anne.
Usai menjalani salah satu kesempatan mediasi, Kang Dedi sempat mengaku bahwa dirinya yang mengurus pembayaran pajak dan segala urusan rumah tangga.
"Bayar pajak, bayar listrik tiap bulannya mencapai 20 juta itu bayar listriknya tiap bulan, itu saya yang bayar, gitu lho," ungkap Dedi Mulyadi.
"Disitulah hidup saling bersama, saling membagi," sambungnya.
Selain itu, Kang Dedi juga mengatakan bahwa dirinya jga mengurus dan menyiapkan aset-aset untuk anaknya di masa depan.
"Beras sudah ditanggung negara, urusan lain termasuk menyiapkan aset-aset untuk anak saya di masa depan," tukasnya.
Lantas, ia mengatakan terkait bagaimana hal yang harus dipikirkan sebagai pemimpin.
"Yang harus kita pikirkan hari ini sebagai pemimpin, bukan lagi ngurusin dapur kita, karena udah lebih," tandasnya.
"Yang harus kita pikirkan hari ini ada warga Purwakarta yang dirumahkan, jumlahnya ribuan, istri-istrinya sampai jualan kopi di pinggir jalan," papar Kang Dedi.
Di samping itu, ia juga membagikan pengalamannya saat dirinya mengunjungi beberapa warga masyarakatnya.
"Hari ini ada orang umur 21 tahun jadi PSK hanya untuk bayar hidup," ujarnya.
Lebih lanjut, bak menyindir sosok pemimpin, Kang Dedi memberikan wejangan atau pesan yang harus dipikirkan oleh sosok pemimpin tersebut.
"Yang harus kita pikirkan adalah itu, karena pemimpin itu sudah tidak boleh lagi memikirkan dirinya," katanya.