Suara Denpasar - Sebelum permain berlangsung, komentator mengatakan siapa pun yang bermain, maka Jerman yang menjadi juaranya. Namun, sekita semua sirna.
Timnas Jerman pun tumbang melawang Jepang. Hal ini pun menjadi olok-olokan warga dengan berbagai komentar lucu menanggapi hasil piala dunia 2022 di Qatar.
Salah satu komentar netizen mengatakan, kemenangan Jepang atas Jerman dilaga perdana di grup E tersebut akan dihadiahi dengan tidaknya ngeblurnya film dewasa.
"Pemimpin Jepang: Atas kemenangan ini, untuk besok tidak ada sensor di film kami," ujar candaan Putri Oktavioni.
Hal ini dimiripkan dengan hadiah pemimpin Arab Saudi yang meliburkan sekolah karena berhasil mengalahkan Argentina dengan skor 2-1. Terlebih, skor yang sama juga terjadi pada pertandingan Jerman VS Jepang.
Sebelum laga yang mempermalukan Jerman tersebut, para pemainnya melakukan sesi foto tutup mulut.
Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) merilis pernyataan soal aksi itu. Menurutnya, itulah tanda Jerman berpegang teguh pada pendiriannya terkait ban kapten One Love yang berkaitan dengan LGBT dan tidak bisa menyampaikan suaranya di Piala Dunia 2022.
"Kami ingin menggunakan ban kapten kami untuk mempertahankan nilai-nilai yang kami anut di tim nasional Jerman: keberagaman dan saling menghormati. Bersama dengan bangsa lain, kami ingin suara kami didengar," begitu isi pernyataan resmi DFB.
Aksi ini pun turut mencuri perhatian publik. Namun usai kekalahan dari Jepang, netizen kembali berkomentar lucu.
"Sebelum pertandingan tutup mulut. Setelah pertandingan tutup muka," ujar Syrf***.
Pertandingan ini juga turut dikomentari oleh Wakil Presiden Indonesia, Ma'ruf Amin. Namun kali ini dengan kalimat yang serius.
"Kalau menurut saya fenomena baru dan itu kebangkitan Asia. Saya kira mungkin juga Afrika, kita lihat nanti Afrika," kata Wapres kepada wartawan usai menghadiri Milad ke-18 Ponpes Al Jauhari, di Garut, Jawa Barat, Kamis (24/11/2022) sebagaimana dikutip dari suara.com.
Wapres mengatakan bahwa kemungkinan konstelasi sepak bola nantinya akan berubah. Tidak ada lagi dominasi negara-negara Eropa dan Amerika Latin, melainkan Asia juga berpotensi mengambil peran penting dalam persebakbolaan dunia.
"Kita ikuti nanti. Kemenangan itu menunjukkan prestasi. Ada dua kemungkinan, klub (negara) Asia prestasinya naik atau klub yang tadinya juara elite mungkin ada penurunan. Kita ikuti nanti," jelasnya. (*)