denpasar

Dulu Anne Ratna Bilang Dedi Mulyadi Kerja Totalitas, Kini Menuding Pencitraan, Netizen: Ini Hasil Umrah?

Suara Denpasar Suara.Com
Sabtu, 26 November 2022 | 12:51 WIB
Dulu Anne Ratna Bilang Dedi Mulyadi Kerja Totalitas, Kini Menuding Pencitraan, Netizen: Ini Hasil Umrah?
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mencium Kang Dedi Mulyadi saat ultah ke-40 Anne Ratna 2022 ini. Kini malah tuding suaminya pencitraan. (IST)

Suara Denpasar – Gugatan cerai yang diajukan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika terhadap suaminya, anggota DPR RI, Dedi Mulyadi merembet ke mana-mana. Kali ini, Anne Ratna ‘menyerang’ Kang Dedi Mulyadi dengan sebutan ‘bupati baheula’ yang suka pencitraan saja. Padahal, sebelum adanya gugatan cerai ke Pengadilan Purwakarta menyebut suaminya totalitas dalam bekerja.

Seperti terlihat dalam kanal Youtube Ivan Wirata Channel yang diunggah 31 Desember 2021. Saat itu, Ivan Wirata yang merupakan anggota DPRD Muarojambi sekaligus ketua DPD Golkar Muarojambi, Provinsi Jambi, datang ke Purwakarta untuk melihat belajar kepemimpinan Dedi Mulyadi dan Anne Ratna.

Setelah diajak berkeliling di tengah sosialisasi Bupati Anne Ratna, Ivan Wirata sempat menanyakan apakah Dedi Mulyadi yang ditampilkan di media sosial hanya sebuah pencitraan sebagai politikus. Diketahui, Kang Dedi Mulyadi yang kerap dipanggil KDM itu kerap menampilkan sebagai problem solver (pemecah masalah) dan terkenal berjiwa sosial.

“Supaya masyarakat Indonesia tahu, apa betul KDM itu kadang-kadang pencitraan? Jadi saya penasaran dan saya langsung ke Kabupaten Purwakarta. Menurut ibu apa sih seorang KDM di mata Ibu. Mungkin yang paling pas menilai seorang KDM hanyalah ibu,” tanya Ivan Wirata kepada Ambu Anne, dikutip Suara Denpasar, Sabtu (26/11/2022).

Anne Ratna pun menjelaskan bahwa keseharian dia sebagai Bupati Purwakarta melanjutkan apa yang sudah dilakukan Kang Dedi Mulyadi. Yakni bertemu dengan masyarakat secara langsung. Kemudian, Ambu Anne menyatakan, Dedi Mulyadi itu memiliki karakter kalau melaksanakan tugas itu all out atau totalitas.

“Awal-awal juga saya kaget. Waktu pertama kali anak-anak masih kecil kok ini bapaknya atau ayahnya kok sibuk terus. Nah, ketika saya protes pun tidak digubris, karena memang jiwanya itu sudah sangat dekat dengan masyarakat. Jiwa sosialnya itu betul-betul sudah sepertinya sudah ada gitu kan seluruh diri seorang KDM,” terang Ambu Anne.

Karena itu, kata Ambu Anne, waktu itu betul-betul memberikan ruang leluasa bagi KDM untuk berinteraksi, bersosialisasi, kemudian bersilaturahmi dengan warga atau masyarakat.

“Ya alhamdulillah sampai sekarang kebiasaan itu masih diteruskan walaupun beliau sudah tidak menjabat lagi jadi Bupati. Mudah-mudahan dapat menginspirasi banyak orang untuk berbuat kebaikan. Supaya kita juga sebagai manusia punya nilai manfaat bagi orang. Seperti itu, sangat sederhana tetapi memang berawal dari niat,” tandasnya.

Berbalik Arah setelah Gugat Cerai

Pernyataan Ambu Anne itu pun berbanding terbalik dengan saat dia berpidato dalam acara Gempungan di Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani, Selasa (22/11/2022). Gempungan sendiri program silaturahmi bupati dengan warga desa, yang dipadu dengan gebyar desa dimulai saat Dedi Mulyadi menjadi bupati Purwakarta dua periode, yang kini dilanjutkan Anne Ratna. 

Baca Juga: Respon Keras Anne Ratna Usai Kang Dedi Mulyadi Mangkir dari Sidang Cerai, Minta Hakim Lakukan Langkah Ekstream Ini

Dalam pidatonya, Bupati Anne Ratna justru ‘menyerang’ kebijakan Dedi Mulyadi saat menjadi bupati maupun secara pribadi. Dia menyinggung soal utang dana bagi hasil (DBH) ke desa selama tiga tahun yang ditinggalkan oleh Dedi Mulyadi yang dia sebut sebagai 'bupati baheula'.

Kata Anne Ratna, utang DBH itu baru dibayar setahun di era Anne Ratna sebesar Rp28 miliar, sehingga masih punya utang DBH selama 2 tahun sampai sekarang. Sedangkan di era Anne Ratna, dia mengaku tidak pernah berutang pembayaran DBH ke desa.

Ambu Anne pun menyatakan, tidak akan membayarkan utang DBH ke desa yang sisa 2 tahun pada era Dedi Mulyadi. Dia sengaja tidak membayarkan utang DBH agar DPRD Purwakarta tahu siapa yang utang, dan siapa yang membayar.

“Siapa elu, nggak akan aku bayarkan, yah, lu yang utang gua yang bayar, enak aja lu,” kata Anne Ratna dilansir dari Youtube Septio Ali Reza yang tayang Kamis (24/11/2022).

Bahkan, Anne Ratna 'menyerang' scara pribadi Dedi Mulyadi yang menurutnya melakukan pencitraan, sampai nangis-nangis di media sosial.   

Matakan jadi bupati teh sing leres, entong pencitraan wae, kitu kan, ieu mah pencitraan wae sih, ceurik wae bari jeung ‘hoho’, teuing bener teuing henteu,” kata Ambu Anne, yang artinya, “Makanya jadi bupati itu yang bener, jangan pencitraan melulu, dia pencitraan melulu sih, jangan nangis melulu, gak tahu benar atau pura-pura.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI