Rabies Merajalela, Dirut RSUD Buleleng Minta Dibuatkan Perda, Padahal Sudah Ada Sejak 2009

Suara Denpasar | Suara.com

Selasa, 29 November 2022 | 14:14 WIB
Rabies Merajalela, Dirut RSUD Buleleng Minta Dibuatkan Perda, Padahal Sudah Ada Sejak 2009
Anjing divaksin untuk mencegah penularan penyakit rabies. (Suara.com)

Suara Denpasar - Direktur Utama (Dirut) RSUD Buleleng, dr Putu Arya Nugraha, Sp.PD mengakui adanya tambahan warga meninggal suspek rabies. Sehingga di Buleleng sudah ada 11 warga meninggal karena rabies di tahun 2022 terhitung 1 Januari - 28 November 2022.

Dokter Putu Arya Nugraha pun meminta agar dibuatkan Perda agar dalam penanganan rabies, sehingga warga serius dalam memelihara hewan peliharaannya. Padahal, dari penelusuran Suara Denpasar, Perda Rabies sudah ada di Bali sejak 2009 lalu.

Seorang warga yang meninggal diduga karena rabies adalah berinisial KS, asal Desa Patas, Gerokgak, Buleleng pada Senin (28/11/2022). Dikatakan, pasien memiliki keluhan suspek rabies. Dia mengetakan, saat masuk ke RSUD Buleleng pada Sabtu (26/11/2022), pasien sudah menunjukkan gejala suspek rabies. 

Setelah dua hari dirawat, pasien KS ini meninggal dunia. Arya Nugraha menjelaskan, dari keterangan keluarga, pasien ini sempat digigit anjing liar pada bagian jari tangannya pada dua bulan sebelumnya. 

Namun pasien KS tidak mendapat vaksin anti rabies (VAR) karena alasannya lukanya kecil. Menurut Kadiskes Buleleng dr. Sucipto, anjing yang menggt malah dibunuh, tapi pasien tidak menerima VAR.

Nah, Kamis (24/11/2022), pasien KS mulai menderita badan meriang, demam dan sakit seluruh tubuh, dan terdapat pembengkakan pada daerah selangkangan. Pasien dibawa ke bidan. Namun, pada Sabtu (26/11/2022), tak kunjung sembuh. Malah mengalami demam, pusing, napas sesak, gelisah, takut air, takut angin, dan mual, sehingga dibawa ke RSUD Buleleng hingga akhirnya meninggal dunia.

"Jasad pasien sudah dibawa keluarganya ke Desa Patas,” kata Arya Nugraha.

Dia menjelaskan, pihaknya sudah melakukan tracing keluarganya untuk diberikan VAR. Dikatakan, ada tiga orang dari keluarga yang memiliki kontak erat dengan korban diberikan VAR.

Dengan kasus meninggal dunia warga Desa Patas, maka sudah ada 11 warga yang meninggal suspek rabies dari Januari-November 2022. Dokter Arya pun mengingatkan masyarakat agar sadar dan tidak meliarkan anjing peliharaannya.

Dia mengatakan, apabila ada kasus gigitan anjing, maka anjing perlu dikandangkan untuk diobservasi. Jika anjing tertular rabies, maka akan mati sendiri tidak lebih dari seminggu. Kalau pun anjingnya dibunuh, maka korban tergigit anjing mesti diberi VAR.

Dia juga berharap dilakukan upaya pencegahan secara out come apalagi kasus gigitan anjing dan kasus kematian akibat rabies di Buleleng sangat tinggi. 

"Kalau ini dianggap gawat, mestinya dibuatkan aturan semacam Perda agar masyarakat terikat dengan aturan, sehingga lebih serius memperhatikan anjing peliharaannya masing-masing," kata dia.

Dengan kondisi yang terjadi diharapkan instansi terkait untuk lebih melakukan edukasi dan langkah secara nyata. 

Padahal, soal Perda Rabies, Bali sebelumnya sudah memiliki sejak 2009. Yakn sejak kasus rabies muncul di Bali. Regulasi dimaksud adalah Perda Nomor 15 tahun 2009 tentang Penanggulangan Rabies. Dalam Perda ini sudah lengkap mengatur penangananan rabies, termasuk pemeliharaan dan lalu lintas HPR (hewan penular rabies), hingga sanksi pidananya. (Beritabali.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

11 Warga Buleleng Meninggal karena Rabies, Gigitan Kecil sehingga Tak Diberi VAR

11 Warga Buleleng Meninggal karena Rabies, Gigitan Kecil sehingga Tak Diberi VAR

| Selasa, 29 November 2022 | 13:46 WIB

Seorang Remaja di Buleleng Digebuki 4 Remaja di Depan Pacar

Seorang Remaja di Buleleng Digebuki 4 Remaja di Depan Pacar

| Sabtu, 26 November 2022 | 22:30 WIB

Mengejutkan, Pengacara Kelian Adat Sebut Polres Buleleng Sita Rp130 Juta, Dikembalikan Rp84 Juta, Sisanya ke Mana?

Mengejutkan, Pengacara Kelian Adat Sebut Polres Buleleng Sita Rp130 Juta, Dikembalikan Rp84 Juta, Sisanya ke Mana?

| Kamis, 17 November 2022 | 15:52 WIB

Ternyata Asal Buleleng, Cewek MiChat yang Dibooking hingga Tewasnya Polisi Pengamanan G20

Ternyata Asal Buleleng, Cewek MiChat yang Dibooking hingga Tewasnya Polisi Pengamanan G20

| Rabu, 16 November 2022 | 17:00 WIB

Tilap Uang Puluhan Juta Kontribusi Pengembang Perumahan, Kelian Adat di Buleleng Ditahan

Tilap Uang Puluhan Juta Kontribusi Pengembang Perumahan, Kelian Adat di Buleleng Ditahan

| Selasa, 15 November 2022 | 18:35 WIB

Siswa Kelas 6 SD Tewas Terseret Air Got ke Arah Danau Buyan Buleleng

Siswa Kelas 6 SD Tewas Terseret Air Got ke Arah Danau Buyan Buleleng

| Kamis, 10 November 2022 | 20:00 WIB

Perkara Kotoran Anjing, Bule di Buleleng Labrak Tetangganya yang Juga WNA

Perkara Kotoran Anjing, Bule di Buleleng Labrak Tetangganya yang Juga WNA

| Jum'at, 30 September 2022 | 10:40 WIB

Terkini

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 16:48 WIB

Kendaraan Arus Balik Mulai Ramai, Rest Area di Tol Semarang Terapkan Pola Buka-Tutup

Kendaraan Arus Balik Mulai Ramai, Rest Area di Tol Semarang Terapkan Pola Buka-Tutup

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 16:47 WIB

Joo Hyun Young Susul Park Min Young, Bakal Beradu Peran di Drama Nine to Six

Joo Hyun Young Susul Park Min Young, Bakal Beradu Peran di Drama Nine to Six

Your Say | Senin, 23 Maret 2026 | 16:45 WIB

Perubahan Iklim Gerus Ruang Hidup Ternak, Bisakah Pola Makan Vegan Jadi Jawaban?

Perubahan Iklim Gerus Ruang Hidup Ternak, Bisakah Pola Makan Vegan Jadi Jawaban?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 16:45 WIB

Jangan Langsung Dicuci! Ini Cara Merawat Baju Olahraga Agar Tetap Awet dan Tidak Bau

Jangan Langsung Dicuci! Ini Cara Merawat Baju Olahraga Agar Tetap Awet dan Tidak Bau

Kalbar | Senin, 23 Maret 2026 | 16:43 WIB

Anti-Bokek! Ini 5 Ide Bisnis Menjanjikan Pasca-Lebaran yang Wajib Dicoba

Anti-Bokek! Ini 5 Ide Bisnis Menjanjikan Pasca-Lebaran yang Wajib Dicoba

Your Say | Senin, 23 Maret 2026 | 16:40 WIB

Teror di London! 4 Ambulans Yahudi Dibakar di Depan Sinagoga, Diduga Aksi Anti Semit

Teror di London! 4 Ambulans Yahudi Dibakar di Depan Sinagoga, Diduga Aksi Anti Semit

News | Senin, 23 Maret 2026 | 16:38 WIB

7 Tinted Sunscreen Terbaik untuk Hilangkan Flek Hitam Membandel

7 Tinted Sunscreen Terbaik untuk Hilangkan Flek Hitam Membandel

Lifestyle | Senin, 23 Maret 2026 | 16:35 WIB

Kini Ubah Penampilan Jadi Laki-Laki, Lucinta Luna Minta Dukungan Publik

Kini Ubah Penampilan Jadi Laki-Laki, Lucinta Luna Minta Dukungan Publik

Entertainment | Senin, 23 Maret 2026 | 16:35 WIB

Hindari Macet JogjaSolo, Ratusan Pemudik Pilih Jalur Sawah di Purwomartani Menuju Tol

Hindari Macet JogjaSolo, Ratusan Pemudik Pilih Jalur Sawah di Purwomartani Menuju Tol

News | Senin, 23 Maret 2026 | 16:34 WIB