Suara Denpasar - Dedi Mulyadi akhirnya terusir dari Gedung Kembar, Purwakarta, yang kabarnya menjadi kantor kedua mantan bupati Purwakarta dua periode tersebut.
Kang Dedi, panggilan akrab Dedi Mulyadi harus angkat kaki dari gedung itu karena dituding menempati salah satu aset Pemkab Purwakarta itu selama empat tahun secara ilegal.
Dalam postingan di akun facebooknya, anggota DPR RI ini tampak membereskan beragam barang pribadinya.
Ada lukisan mantan presiden dari Soekarno, Soeharto, dan Gus Dur. Tak kalah menarik adalah lukisan dirinya bersama Neng Anne, panggilan Anne Ratna Mustika setelah menggugat cerai Kang Dedi. Dalam lukisan itu juga ada kedua putra mereka.
"Pindahkan barang kenangan dari Gedung Kembar menuju tempat baru. Terima kasih Gedung Kenangan, segudang karya telah tercipta. Maafkan aku telah menjadi beban hidupmu," demikian tulis Kang Dedi dilihat denpasar.suara.com, Jumat (2/12/2022).
Seperti diberitakan sebelumnya oleh denpasar.suara.com. Neng Anne memang menyebut bahwa gedung ini ditempati secara ilegal tanpa merujuk pelakunya.
"Ini pintu masuk, ini front office dari Gedung Kembar, ceritanya Gedung Kembar ini 4 tahun digunakan secara ilegal tentu saja tidak ada ijin dari Pemerintah Daerah, karena ini aset pemda,” kata Neng Anne di kanal YouTube pribadinya.
“Ya tapi Alhamdulillah hari ini sudah kembali kosong. Kita akan gunakan gedung ini untuk pemerintah daerah terutama ada beberapa OPD yang belum memiliki gedung. Barang-barang baru beberapa hari yang lalu sudah dikembalikan. Tepatnya hari Minggu. Jadi sudah dikosongkan dari hari Minggu kemarin,” terang dia. ***