Suara Denpasar – Gedung Kembar bagi Kang Dedi Mulyadi menyimpan banyak kenangan. Bukan semata bagi dirinya dan keluarga serta istrinya Ambu Anne Ratna Mustika. Melainkan bagi perkembangan pembangunan Purwakarta.
Seperti diketahui Gedung Kembar saat menjabat sebagai Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi sempat berkantor di gedung itu.
Ketika tiba di Gedung Kembar, pria yang juga sebagai anggota DPR RI ini tampak terbelalak melihat sejumlah barang miliknya berada diluar.
Sementara salah satu penjaga gedung Kembar Mang Yayan yang menyambut Dedi Mulyadi langsung menangis sambil memeluk Dedi Mulyadi.
“Kekayaan saya seperti ini, saya gak punya emas perak dan tembaga, termasuk jam tangan mahal. Kekayaan saya karya-karya seni dengan nilai tinggi,” ungkap Dedi Mulyadi yang menunjukkan sejumlah lukisan mulai dari Buya Hamka, Gusdur, Ir. Soekarno, KH Hasyim Ashari dan lukisan lainnya.
Dedi Mulyadi menyebut sebenarnya dirinya sudah lama tidak berkantor di Gedung Kembar. “Lama gak ngator disini, tapi staf-staf saya berkantor disini,” akunya seperti dilansir Kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Jumat (2/12/2022).
Diakuinya kembali, berkantor disini untuk menyerap segala keluhan warga dan banyak menangani masalah. Terus kedua gedung kembar ini merumuskan berbagai hal untuk menyempurnakan berbagai pembangunan di Purwakarta.
Jadi kalau mau dihitung sudah berapa program pemerintah pusat yang dilaksankan di Purwakarta. Dari mulai bidang pertanian tanam bawang merah dan berhasil, tanam padi organi berhasil.
“Terus yang keren lagi sekarang ini, sudah ada berapa tanaman untuk reboisasai di berbagai tempat hingga jembatan gantung terbangun di Purwakarta yang bermanfaat bagi warga Purwakarta,” ungkapnya. .
Baca Juga: Pasrah! Digugat Cerai Hingga Diusir Ambu Anne Ratna, Kang DM: Sudah Kehendak Allah
Dedi menyebut pula, dirinya tidak berani masuk kedalam salah satu ruangan gedung kembar , terutama ruang paling ujung. Untuk mengingat sejumlah kenangan. Lantaran banyak kenangan bersama, sitri, keluarga hingga bagaimana menata pembangunan di Purwakarta.
“Disalah satu rungan di Gedung Kembar menjadi tempat inspirasi banyak karya yang saya buat disni. Mulai menyulap Gedung Kembar menjadi Museum Digital, lahir Taman Sri Baduga, lahir Taman Pasang Graham Padjajaran. Idi-ide kreatif lahir disini,” pungkasnya. ***