“Dia juga manusia biasa, biarlah dia mengungkapkan uneg-unegnya,” tulis @mohamad.syandi.
“Ajaran kolot, namanya hidup mah apa adanya, sedih ya sedih, bahagia ya bahagia. Masa orang sedih kudu dipaksa bahagia,” tulis @ega_nrjm.
“Biarkan beliau melepaskan emosinya, itu adalah proses penyembuhan dengan cara katarsis,” tulisnya lagi.
Tak sedikit warganet yang menyarankan Dedi Mulyadi untuk mencari ‘teko’ yang baru, yang dianggap lebih baik dari yang sebelumnya. (Rizal/*)