Busana Kebaya Porno hingga Dihubung-hubungkan ke Bali, Seksolog Sebut Punya Nilai Jual

Suara Denpasar | Suara.com

Rabu, 21 Desember 2022 | 13:45 WIB
Busana Kebaya Porno hingga Dihubung-hubungkan ke Bali, Seksolog Sebut Punya Nilai Jual
Kembali viral kebaya hijau (Doc)

Suara Denpasar - Seolah menjadi tren, fenomena konten pornografi dengan busana kebaya beberapa waktu belakangan kerap kita jumpai. Tak sedikit orang merasa risau lantaran kebaya ternyata tak luput dilibatkan ke dalam konten dewasa. 

Dosen Andrologi dan Seksologi Fakultas Kedokteran Unud, Dr Oka Negara ikut mengomentari fenomena ini. Menurutnya, kebaya memang memiliki sisi nilai jual atau komersilnya tersendiri. Seperti konten kebaya merah yang viral beberapa waktu lalu misalnya. Sejak mencuat di media sosial, video porno itu langsung menggemparkan netizen. 

Ironisnya lagi, ada juga netizen yang mengaitkan konten kebaya dengan Bali, entah pemerannya atau setting pengambilan video. 

Banyak konten porno seperti kebaya putih dalam mobil, kebaya merah di hotel, dan yang terbaru, video model kebaya hijau, seakan tak henti-hentinya memuja eksotisme Bali. Meski para pelaku dan penyebar konten akhirnya berurusan dengan hukum, Dr Oka menyebut citra Bali dengan segenap identitas budaya hingga masyarakatnya menjadikan pulau itu memiliki ciri khas tersendiri bagi benak setiap orang. 

"Kesimpulanya, mengapa dihubungkan ke Bali, satu, ditunjukkan ke audien Bali karena Bali sendiri memiliki nilai komersil, selain dikenal sebagai tempat eksotis, orang-orangnya ramah, anggun. Dan itu konsisten sehingga memiliki nilai jual. Kalau misalnya di tempat lain seperti Jakarta kan belum tentu," ungkapnya. 

"Misal kalau dibuat seri yang lain seperti pramugari, dokter kan bisa bereaksi berbeda. Kata kuncinya menarik, sebagai stimulus variasi harus memiliki nilai jual," ungkapnya, Rabu (21/12).

Mengenai persepsi setting pengambilan di Bali, Dr Oka menyebut ada unsur penggiringan opini publik oleh pihak yang menyebarkan konten itu di media sosial.

Seperti konten kebaya merah. AH dan AC selaku pemeran video kini tengah menjalani proses hukum. Dan telah dikonfirmasi oleh pihak kepolisian Polda Jatim, tempat pengambilan video itu bukan di Bali melainkan di Surabaya. Kedua pemeran itu pun mengakui video kebaya merah merupakan pesanan, dan mereka dibayar dalam produksinya. 

"Sebenernya, mau di Bali atau tidak, tak perlu diambil serius. Apalagi konten komersil kan bisa dibuat edisi yang lain. Terlebih memberi citra buruk Bali itu permasalahan niat siapa yang memviralkan. Dan yang meresponya kan netizen yang akhirnya menilai sendiri," jelasnya.  

Dari sudut pandang lain, menurutnya si pemesan video memiliki fantasi tersendiri sehingga meminta AH dan AC membuat konten itu. Pelaku AH dan AC tak memiliki niat untuk menciptakan citra buruk bagi Bali, apalagi menimbulkan kegaduhan. Apa yang mereka lakukan hanyalah memenuhi permintaan untuk membuat video dengan memakai kebaya dan suasana di hotel. 

"Kalau yang buat video tidak sampai kesana niatnya. Mereka hanya membuat edisi itu. Untuk makin konten lebih tepat dengan judulnya, gak mikir sampai menghancurkan masyarakat Bali," pungkasnya. (Rizal/*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bali United Ditinggal Nadeo Argawinata Bela Timnas Indonesia, Sang Pelatih Temukan Opsi Penggantinya?

Bali United Ditinggal Nadeo Argawinata Bela Timnas Indonesia, Sang Pelatih Temukan Opsi Penggantinya?

| Rabu, 21 Desember 2022 | 12:00 WIB

Beralasan Dapat Vila dari Tuhan, WNA Asal Moldova Dideportasi dari Bali

Beralasan Dapat Vila dari Tuhan, WNA Asal Moldova Dideportasi dari Bali

| Rabu, 21 Desember 2022 | 11:12 WIB

4 Makanan Viral di Jogja, Ada Burger yang Unik Banget

4 Makanan Viral di Jogja, Ada Burger yang Unik Banget

Jogja | Rabu, 21 Desember 2022 | 10:29 WIB

Terkini

6 Produk Zojirushi Terlaris di Blibli

6 Produk Zojirushi Terlaris di Blibli

Jawa Tengah | Senin, 13 April 2026 | 10:22 WIB

Aksi Pemain Abroad Timnas Indonesia di Luar Negeri: Kevin Diks Cedera, Maarten Paes Gahar

Aksi Pemain Abroad Timnas Indonesia di Luar Negeri: Kevin Diks Cedera, Maarten Paes Gahar

News | Senin, 13 April 2026 | 10:21 WIB

Puji Dampak IBL All-Star 2026, Ditjen Imigrasi Bentuk Tim Permudah Masuknya Pemain Asing

Puji Dampak IBL All-Star 2026, Ditjen Imigrasi Bentuk Tim Permudah Masuknya Pemain Asing

Sport | Senin, 13 April 2026 | 10:20 WIB

Provokasi Zionis! Menteri Keamanan Israel Berdoa di Area Khusus Muslim Masjid Al Aqsa

Provokasi Zionis! Menteri Keamanan Israel Berdoa di Area Khusus Muslim Masjid Al Aqsa

News | Senin, 13 April 2026 | 10:18 WIB

Tak Peduli Keselamatan Pemain, FIFA Tolak Permintaan Iran Main di Meksiko

Tak Peduli Keselamatan Pemain, FIFA Tolak Permintaan Iran Main di Meksiko

Bola | Senin, 13 April 2026 | 10:16 WIB

Iran Ngotot Pungut Biaya di Selat Hormuz, PBB: Pelanggaran Hukum Internasional

Iran Ngotot Pungut Biaya di Selat Hormuz, PBB: Pelanggaran Hukum Internasional

News | Senin, 13 April 2026 | 10:14 WIB

Sebut Saiful Mujani Elite Kaya Raya, Habiburokhman: Waspadai Propaganda Hitam Berkedok Kritik

Sebut Saiful Mujani Elite Kaya Raya, Habiburokhman: Waspadai Propaganda Hitam Berkedok Kritik

News | Senin, 13 April 2026 | 10:14 WIB

Perundingan Damai Gagal, Armada Angkatan Laut Iran Siap Tempur di Selat Hormuz

Perundingan Damai Gagal, Armada Angkatan Laut Iran Siap Tempur di Selat Hormuz

News | Senin, 13 April 2026 | 10:11 WIB

5 Mesin Kopi Philips Terbaik 2026

5 Mesin Kopi Philips Terbaik 2026

Bogor | Senin, 13 April 2026 | 10:09 WIB

Perundingan Damai Gagal, Pemerintah Serukan Rakyat Iran Turun ke Jalan Tantang AS

Perundingan Damai Gagal, Pemerintah Serukan Rakyat Iran Turun ke Jalan Tantang AS

News | Senin, 13 April 2026 | 10:08 WIB