Mencabik Mayat, Berikut 3 Tradisi Unik di Bali Menarik untuk Diketahui

Suara Denpasar

Rabu, 21 Desember 2022 | 18:26 WIB
Mencabik Mayat, Berikut 3 Tradisi Unik di Bali Menarik untuk Diketahui
Ilustrasi Ngaben do Bali (Suara.com/ANTARA/HO-Polsek Blahbatu)

Suara Denpasar - Bali hingga saat ini masih menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Bali terkenal salah satunya karena keragaman budaya dan adat istiadat yang masih melekat pada setiap masyarakatnya. 

Bali yang terdiri dari 8 kabupaten dan satu kota ini juga memiliki beragam tradisi unik yang menarik untuk diketahui, baik itu bagi wisatawan maupun masyarakat itu sendiri.

Berikut tim Suaradenpasar.com merangkum 3 tradisi unik yang ada di Bali, salah satunya mesbes bangke atau mencabik mayat. 

1. Pemakaman di Desa Trunyan

Di Desa Trunyan, Kintamani, Bangli akan ditemukan tradisi yang cukup unik. Pasalnya di desa tersebut orang yang sudah meninggal tubuhnya tidak akan dikubur maupun diaben (bakar) seperti pada umumnya.

Di Desa Trunyan, orang yang meninggal tubuhnya atau jasadnya diletakkan di bawah pohon menyan.

Jasad diletakkan langsung di atas tanah tanpa penguburan dan hanya dipagari dengan bambu (ancak saji) untuk terhindar dari binatang atau hewan liar.

Uniknya lagi, meski tanpa penguburan, mayat orang meninggal ini tidak berbau busuk sama sekali.

baca juga

Sementara untuk tulang belulang yang tersisa nantinya akan diletakkan di sebuah areal dikawasan tersebut.

2. Nikah Massal

Secara umum, pernikahan di Bali biasanya digelar secara pribadi atau sendiri-sendiri, namun di satu desa yang ada di Kabupaten Bangli ada tradisi unik yakni nikah massal.

Nikah massal ini ada di Desa Pengotan, Bangli yang dilangsungkan di Pura Penataran Agung desa setempat.

Nikah massal mungkin asing didengar, karena kegiatan atau upacara massal yang kerap dilakukan masyarakat di Bali diantaranya ngaben dan juga metatah massal.

Upacara nikah massal di Desa Pengotan ini merupakan tradisi yang hingga kini masih dijalankan masyarakatnya dan bukan semata-mata untuk menekan biaya. 

Nikah massal ini biasanya dilangsungkan dua kali dalam setahun yakni pada sasih kapat (Agustus-September) dan sasih kedasa (Maret-April).

Sementara untuk pasangan yang dinikahkan jumlahnya berbeda-beda tergantung mereka yang menikah saat itu.

Nikah Massal di Desa Pengotan ini tidak hanya diikuti oleh warga laki-laki dari desa setempat, namun juga perempuan yang menikah keluar wilayahnya.

Upacara nikah massal atau nganten massal ini wajib diiikuti oleh krama yang akan melangsungkan pernikahan. Jika tidak, dianggap pernikahannya tidak sah oleh adat dan juga tidak diperkenankan melakukan persembahyangan jika kemudian hari ada pujawali di Pura Bale Agung setempat.

3. Mesbes Bangke

Mesbes bangke menjadi salah satu tradisi unik sekaligus ekstrim yang ada di Bali.

Mesbes bangke atau mencabik mayat tentu tidak lumrah di semua wilayah di Bali. Sehingga wajar jika tidak semua masyarakat Bali mengenal adanya tradisi tersebut dan mungkin orang yang pertama kali mendengar atau melihat akan merasa tercengang.

Namun inilah tradisi. Tradisi di setiap wilayah yang ada di Bali tentu akan berbeda-beda dan memiliki keunikan tersendiri.

Tradisi unik yang satu ini (Mesbes bangke) hanya ada di Banjar Buruan, Tampaksiring, Gianyar.
Di Bali, biasanya orang meninggal akan dikubur, diaben atau kremasi secara pribadi dan ngaben massal.

Sementara untuk tradisi mesbes bangke ini hanya dilakukan bagi mayat atau jasad yang akan diaben secara pribadi atau perorangan. Tradisi ini tidak berlaku untuk upacara ngaben massal.

Mesbes bangke ini dilakukan oleh warga ketika mayat sudah keluar dari rumah duka.
Mesbes bangke ini konon, dahulu penduduk asli banjar Buruan ini kebingungan untuk menghilangkan bau busuk yang dikeluarkan oleh mayat, karena zaman dulu tidak ada formalin.

Sehingga mereka harus mencari cara agar mayat tidak berbau busuk dan ada ide untuk mesbes bangke.

Dimana, saat mencabik mayat, konon bau busuk akan sirna. Tradisi yang mungkin bagi warga masyarakat lainnya sangat mengerikan tersebut masih berlangsung hingga saat ini.

Namun, kondisi saat ini sudah berbeda dengan dulu. Kini mayat atau jasad yang akan diaben sudah ditutup kain hingga tikar sehingga suasana saat mesbes bangke tidak terlalu terbuka.(Askara/*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Preview PSIS Semarang Vs Bali United: Serdadu Tridatu Bertekad Putus Dua Kekalahan Beruntun

Preview PSIS Semarang Vs Bali United: Serdadu Tridatu Bertekad Putus Dua Kekalahan Beruntun

Denpasar | Rabu, 21 Desember 2022 | 18:00 WIB

Ilija Spasojevic Sebut Timnas Indonesia Sudah Matang Jelang Laga Perdana Piala AFF 2022, Waspadai 2 Negara Ini

Ilija Spasojevic Sebut Timnas Indonesia Sudah Matang Jelang Laga Perdana Piala AFF 2022, Waspadai 2 Negara Ini

Denpasar | Rabu, 21 Desember 2022 | 15:40 WIB

Dari 716 Desa atau Kelurahan di Bali, Berapa yang Punya Pantai? Terbanyak di Kabupaten Mana?

Dari 716 Desa atau Kelurahan di Bali, Berapa yang Punya Pantai? Terbanyak di Kabupaten Mana?

Denpasar | Rabu, 21 Desember 2022 | 13:52 WIB

Terkini

Bingung Pilih Foundation Viva Cosmetics? Ini 3 Rekomendasi, Perbedaan, dan Review Pembeli

Bingung Pilih Foundation Viva Cosmetics? Ini 3 Rekomendasi, Perbedaan, dan Review Pembeli

Lifestyle | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:53 WIB

Rahasia Ruang Ganti Piala Dunia 2026: Apa yang Sebenarnya Terjadi Saat Jeda Paruh Waktu?

Rahasia Ruang Ganti Piala Dunia 2026: Apa yang Sebenarnya Terjadi Saat Jeda Paruh Waktu?

Your Say | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:52 WIB

Kylian Mbappe Menggila, Siap Kejar Rekor Gol Lionel Messi di Piala Dunia!

Kylian Mbappe Menggila, Siap Kejar Rekor Gol Lionel Messi di Piala Dunia!

Your Say | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:51 WIB

Gerindra Santai Hadapi Safari Politik Jokowi, Pilih Fokus Kawal Program Prabowo

Gerindra Santai Hadapi Safari Politik Jokowi, Pilih Fokus Kawal Program Prabowo

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:50 WIB

10 HP Layar 7 Inci Terbaik 2026, dari Entry Level Rp2 Jutaan hingga Flagship

10 HP Layar 7 Inci Terbaik 2026, dari Entry Level Rp2 Jutaan hingga Flagship

Tekno | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:46 WIB

Ini Cara Mengetahui Rambut Rontok Membutuhkan Perawatan yang Lebih Sehat

Ini Cara Mengetahui Rambut Rontok Membutuhkan Perawatan yang Lebih Sehat

Sumbar | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:45 WIB

Bek Keturunan Tinggalkan FC Emmen, Disebut Gabung Klub Super League

Bek Keturunan Tinggalkan FC Emmen, Disebut Gabung Klub Super League

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:45 WIB

Deretan Ruangan di Kantor Bupati Kuansing yang Disegel KPK

Deretan Ruangan di Kantor Bupati Kuansing yang Disegel KPK

Riau | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:43 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Momen Keajaiban Bayi 3 Tahun Selamat Usai 6 Hari Tertimbun Puing Gempa Bumi Venezuela

Momen Keajaiban Bayi 3 Tahun Selamat Usai 6 Hari Tertimbun Puing Gempa Bumi Venezuela

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:40 WIB

×