Suara Denpasar – Kenapa Edson Arantes do Nascimento dipanggil Pele? Ternyata ini melalui proses yang panjang dan menarik. Termasuk adanya keterlibatan dukun. Berikut kisahnya.
Melalui The Guardian, Pele sempat menulis bagaimana ia dipanggil demikian. Pada awalnya, dia mengaku tidak suka dipanggil dengan nama Pele. Namun, nama itu sudah kadung melekat. Dipakai hingga saat ini.
Pele bercerita bahwa orang Brasil memang suka menggunakan nama panggilan. Termasuk Edson Arantes do Nascimento sebetulnya pernah mendapat sejumlah nama panggilan.
Nama panggilan pertamanya adalah Dico. Pemberian dari pamannya, Jorge. Nama panggilan Dico masih dipakai sampai saat ini di kalangan keluarga, selain panggilan Pele yang lebih mendunia.
Ketika di Santos, Edson Arantes juga pernah mendapat nama panggilan Gasolina. Dipungut dari nama seorang penyanyi Brasil. Akan tetapi, nama Gasolina tidak bertahan lama. Nama panggilan ini lenyap.
Soal nama Edson Arantes do Nascimento, dia mengatakan itu dipungut sang ayah, Dodinho, dari nama Thomas Alva Edison. Seorang pengusaha dan penemu lampu pijar. Karena ketika dia lahir sang ayah seperti menemukan cahaya.
“Saya sangat bangga bahwa saya dinamai Thomas Edison dan ingin dipanggil Edson,” kata Pele pada The Guardian 2006 lalu dikutip Suara Denpasar, Jumat (30/12/2022).
Edson mengakui, semua orang mengenalnya dengan panggilan Pele. Dia ingat bahwa pada awalnya, nama itu benar-benar mengganggu. Tidak ia sukai.
“Saya pikir Pele terdengar mengerikan. Itu nama sampah. Edson terdengar jauh lebih serius dan penting,” jelas sosok yang membawa Brasil tiga kali juara Piala Dunia ini.
Ketika seseorang berkata, "Hei, Pele," dia akan balas berteriak dan marah. Bahkan, suatu ketika, dia pernah menonjok teman sekelasnya karena memanggil dengan nama Pele.
Akibatnya, dia mendapat skorsing dua hari. Mendapati Edson tidak suka dipanggil Pele, anak lain malah menjadi-jadi. Edson pun terus dipanggil Pele.
Asal-Usul Nama Pele
Edson sendiri tidak 100 persen yakin tentang asal usul nama Pele yang melekat padanya. Walau demikian, dia menyebut versi yang paling mungkin berawal dari rekan satu tim ayahnya ketika bermain di klub Vasco de Sao Lourenco. Ayahnya, Dodinho, memang pemain sepak bola.
Nah, rekan setimnya adalah seorang penjaga gawang bernama Jose Lino, dikenal dengan panggilan ‘Bile’.
Pele bercerita, panggilan Bile pada Jose Lino berawal dari kisah masa kecil. Jose Lino ketika berusia dua tahun belum bisa berbicara. Ilmu kedokteran saat ini menyebutnya speech delay.
Bagi orang Brasil kala itu, sangat khawatir. Biasanya, kondisi seperti ini dibawa ke dukun.
Maka, ibu dari Jose Lino, seorang janda bernama Maria Rosalina membawanya ke dukun. Orang Brasil, kata Pele, sangat percaya pada hal gaib. Sangat spiritual.
Maria Rosalina memutuskan untuk mengadakan pertemuan dengan benzedeiras (dukun), wanita yang melakukan semacam ritual dukun pada malam bulan purnama. Harapannya, bisa menyebuhkan lidah bisu Jose Lino.
Para dukun melakukan pekerjaannya dengan teriakan, "Bili-bilu-tetéia!". Itu seperti ucapan jampi-jampi "Abrakadabra!". Ritual ini berlangsung berminggu-minggu.
“Dan suatu hari, keajaiban! Anak laki-laki itu berteriak, ‘Bilé!’” kata Pele.
Jose Lino sembuh dari speech delay. Semua bergembira. Sejak itu, Jose Lino dipanggil Bile.
Kelak, Bile tumbuh menjadi penjaga gawang di tim sepak bola Bersama Dodinho, ayah Pele.
Sekitar 20 tahun kemudian ketika Pele berusia tiga atau empat tahun, ayah saya Dondinho akan membawa saya ke sesi pelatihan Vasco. Dia pun ikut bermain-main. Setiap berhasil menghentikan tembakan, dia pun berteriak, "Bagus, Bilé!" atau "Hebat, Bilé!"
Saat itu dia masih sangat muda. Entah bagaimana ceritanya, Edson menyatakan kalua besar ingin menjadi kiper seperti Bile yang dia ucapkan ‘Pile’.
Saat dia pindah ke Bauru, sebuah kota di Sao Paulo, ucapan Pile ini menjadi Pele.
“Entah saya yang mengubahnya sendiri atau - menurut paman saya Jorge, itu karena aksen Minas Gerais saya yang kental,” katanya.
Minas Gerais adalah sebuah negara bagian di Brasil, tetangga Sao Paulo.
Kemudian, kata Edson, ada seorang anak laki-laki yang dia sudah tak ingat namanya, mulai menggoda dengan memanggilnya Pele.
“Jadi berkat kiper Bile itu, dan lelucon kecil teman sekelas, saya menjadi Pele. Sekarang sudah dikenal di seluruh dunia dan saya tidak terlalu mempermasalahkannya. Sekarang saya suka nama itu,” papar Edson Arantes do Nascimento alias Pele atau Dico atau Gasolina.
Pele telah meninggal dunia dalam usia 82 tahun di Rumah Sakit Albert Einstein, Sao Paulo, Brasil, Jumat (30/12/2022) dini hari WIB. Pele meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker usus yang menggerogoti tubuhnya. (*)