Suara Denpasar - Pemabangunan tempat ibadah umat muslim di Korea Selatan mendapatkan penolakan keras dari warga setempat. Bahkan mereka menaruh kepala babi di gang arah perjalanan menuju masjid yang akan dibangun.
Kejadian itu terjadi di wilayah Deagu distrik Daehyeon-dong. Dikutip dari South China Morning Post pada Jumar (30/12/2022), pembangunan masjid di wilayah Daegu tersebut dibuat untuk rumah ibadah beberapa imigran.
Pembangunan masjid di Daegu tersebut rencananya bakal bersampingan dengan Kyungpook National University. Namun, hal itu mendapatkan aksi keras penolakan dari warga. Mulai dari pemasangan spanduk hingga memblokade akses ke masjid.
Aksi penolakan kian memuncak pada 15 Desember 2022. Sejumlah warga merayakan pesta dan memanggang babi di lokasi pembangunan masjid tersebut. Baru-baru ini, para warga juga dikabarkan menaruh tiga kepala babi yang ditaruh di gang arah perjalanan menuju masjid.
Ternyata aksi ini tercatat sudah 3 kali dilakukan. Aksi warga menaruh kepala babi itu pertama kali dilakukan pada 27 Oktober 2022. Selanjutnya, aksi digelar pada 14 November 2022 dan 6 Desember 2022.
Menurut Razaq, seorang perwakilan mahasiswa Muslim di universitas tersebut, sikap Islamophobic warga sekitar kian hari kian menjadi-jadi.
"Mereka memanggil kami teroris, mereka memasang baner menentang agama kami," kata Razaq.
Oleh karena itu, Razaq menilai aksi keras penolakan warga sekitar sudah merupakan bentuk gerakan Islamophobic.
"Apalagi aksi mereka kalau bukan Islamophobic?" kata Razaq.
Di sisi lain,pihak pemerintah Kota Daegu dikabarkan tidak bisa mengambil sikap atas aksi penolakan keras warga terhadap pembangunan masjid.
Pejabat Kota Daegu mengungkap, tidak memiliki wewenang untuk membersikan kepala babi tanpa persetujuan dari penduduk. (*)