Suara Denpasar - Saat Dedi Mulyadi jaipongan, nenek penggembala kambing unjuk kebolehan di atas panggung Lembur Pakuan.
Tak hanya dermawan, anggota DPR RI Dedi Mulyadi ternyata seorang seniman sejati.
Beberapa bidang seni ia kuasai, diantaranya adalah seni rupa, bahasa dan juga tari.
Diantara seni tari yang ia kuasai adalah tari Jaipong, tari khas urang Lembur Pakuan.
Menari Jaipong biasanya diiringi dengan tepukan musik bernama gendang, bunyinya khas tak ada bandingan.
Sebagai urang Sunda, Dedi Mulyadi membantu untuk melestarikannya dengan mengundang mereka ke Lembur Pakuan.
Meramaikan malam tahun baru dengan Jaipong bersama warga, sebagai hiburan rakyat.
Saat itu juga mantan bupati Purwakarta itu unjuk kebolehan, ia menari diiringi gendang menyesuaikan iramanya.
Dedi Mulyadi terlihat dapat menyeimbangkan antara gerak lagu dengan tarian, walau tak sempurna.
Baca Juga: Polisi Tolak Laporan Rozy, Lelaki yang Digerebek 'Begituan' dengan Ibu Mertua
Pada kesempatan itu, Dedi Mulyadi melancarkan serangan kedermawanannya dengan cara yang tak biasa.
Ia menyapa seorang nenek yang pintar menari, di antara warga yang hadir.
"Coba emak nu di kurudung hejo kadieu (coba ibu yang berkerudung hijau ke sini)," titah Dedi Mulyadi.
Sang nenek maju naik ke atas panggung lalu menari dengan sangat baik, mengikuti irama lagu Sunda itu.
"Emak sok jaipongan nya ker ngora (ibu suka nari jaipong ya waktu muda)?" tanya Dedi Mulyadi.
Melihat gerakan emak yang lincah, Dedi Mulyadi terpukau dan mengajaknya bicara.