Suara Denpasar - Kang Dedi Mulyadi menemukan seorang sopir mobil ambulance Desa yang tidak mendapatkan gaji.
Sopir itu dijumpai Kang Dedi Mulyadi saat berkunjung ke Rumah Sakit Umum Rama Hadi Purwakarta tempat anak angkat Kang Dedi Mulyadi dirawat.
Melihat Kang Dedi Mulyadi yang hendak masuk ke dalam Rumah Sakit, sopir Ambulance itu memberikan hormat kepada Kang Dedi Mulyadi.
Berdasarkan percakapanya dengan Kang Dedi Mulyadi bapak itu mengaku dia adalah Kepala Dusun dan merangkap sebagai sopir Ambulance Desa Selaawi, Kecamatan Pasawahan Kabupaten Purwakarta.
"Sekarang sopir Ambulance Desa penggajiannya gimana," tanya Kang Dedi Mulyadi dilihat suaradenpasar.com dari Youtube Batas Narasi pada, Kamis, (4/1/2023).
"Tidak digaji pak," jawab bapak itu.
Kepada Kang Dedi Mulyadi, bapak itu mengatakan bahwa dia hanya mendapat upah dari profesinya sebagai kepala dusun di Desa Salaawi.
Sedangkan hampir semua sopir ambulance Desa di Kabupaten Purwakarta sebagiannya adalah sukarelawan karena tidak merangkap tugas di Desa masing-masing.
Mendengar cerita itu lantas Kang Dedi Mulyadi mengatakan mestinya harus diambil kebijakan oleh pemerintah setempat agar para sopir Ambulance Desa itu merangkap sebagai Staff di Desa.
Baca Juga: Hasil dan Klasemen Liga Inggris usai Tottenham Bantai Crystal Palace 4-0
"Kan bisa dong, sopir Ambulance itu menjadi pegawai Desa, kan dia menjalankan fungsi, di gaji oleh Desa sama dengan Staff yang lain," ujar Kang Dedi Mulyadi. Namun hingga kini masih belum mendapat konfirmasi lebih lanjut mengenai hal tersebut. (Rizal/*)