Suara Denpasar - Perusahaan Otobus (PO) Haryanto terus bergolak pasca pemecatan Direktur Operasional Rian Mahendra.
Sang ayah yang tiada lain bos PO Haryanto, yakni Haji Haryanto menuding penyebab pemecatan karena Rian Mahendra main bitcoin dan meminjam uang ke sejumlah pihak.
Namun, menurut Rian Mahendra kasus itu sudah berlangsung enam tahun lalu. Dirinya juga sudah berubah. Dia menyayangkan sang ayah membongkar rahasia atau aib keluarga ke publik.
"Gua udah bertanggung jawab samankesalahan gua saat itu.. gua dah berusaha menebusnkesalahan gua dengan belajar menjadi manusia yg jauh lebih baik lagi.. dan Allah sudah menutup Aib," tulisnya dalam akun Instagram @rianmahendra83 yang dikutip pengabar.com, Jumat 6 Januari 2022. "kejadian 6 tahun lalu saat gua ketipu investasi dannakhirnya berakibat temen2 gua banyak yg kena tipunjuga.. tapi sekarang malah aib itu diumbar jadibtontonan publik oleh Bapak kandung gua sendiri..," imbuhnya.
Dia mengaku akan menyelesaikan persoalan enam tahun lalu dan melunasi hutangnya kepada sang ayah.
Rian Mahendra yang memegang kartu Truf PO Haryanto juga berjanji akan menutup mulutnya rapat-rapat terkait pemecatan dirinya.
"Kalo memang Bapak gak ikhlas nyelesaikan masalah2 saya 6 tahun lalu yg nilainya sebesar harga mobil yg biasa bapak kasih kekaryawan2 bapak atau rekan atau kolega bapak.. insya Allah akan saya anggap jadi hutang dr saya ke bapak sampai akhir hayat saya.. Untuk penyebab saya keluar dr perusahaan ditahun 2022 ini.. bapak ga usah kuatir.. insya Allah bakti saya sama bapak akan membuat mulut saya akan tetap terkunci.." tukasnya. ***