Suara Denpasar - Gara-gara plastik dan styrofoam, warga desa Ciririp di Cianjur diamuk Dedi Mulyadi, kenapa?
Datang ke nikahan teh Elis sebagai saksi, Dedi Mulyadi dikerubuti warga Ciririp-Cianjur.
Disambut petasan, Dedi Mulyadi yang telah berangkat dari jam 3 pagi kelaparan hingga langsung ke dapur.
Tapi saat melihat ibu-ibu menyiapkan makanan, ia terhenyak dengan apa yang dilihatnya.
Karena mereka tengah menyiapkan makanan bagi tamu yang membawa beras, dengan dibungkus plastik
Bukan sebuah kebiasaan yang ada di tataran Sunda, tapi kini tampak telah merata.
Karena daun pisang, daun jati dan daun isu tak lagi terlihat sebagai alat bungkus di sana.
Melihat kondisi yang ada, Dedi Mulyadi menyemprot mereka dengan nada becandanya yang serius sebagaimana diunggah kanal Youtube Lembur Pakuan Channel.
"Keur naon ieu teh (lagi ngapain)?" tanya Dedi Mulyadi.
Baca Juga: Buruknya Kinerja Wasit, Masalah Terbesar Perhelatan Piala AFF 2022
"Kunaon make plastik, tong make plastik atuh make daun (kenapa pakai plastik, jangan pakai plasti dong pakai daun)," ungkapnya.
"Aduh! Di lembur geh sekarang mah udah pake begini (styrofoam-red), tidak orijinal lagi (aduh! Di kampung juga sekarang sudah pakai begini, tidak orijinal lagi),"sambungnya.
"Ieu sanguna ges dibungkus ku kertas, aduh (nasinya dibungkus menggunakan kertas, aduh)," ujar Dedi Mulyadi meringis.
"Sekarang orang lembur sudah merubah diri, padahal mah dibungkus pake daun (sekarang orang kampung sudah merubah diri, padahal dibungkus menggunakan daun saja)," tambahnya.
Dengan hati kecewa, Dedi Mulyadi pun menyantap sarapan di tengah emak-emak di dapur teh Elis.
Hatinya miris melihat kondisi yang telah jauh berubah, warga tak lagi menggunakan apa yang disediakan alam untuk kehidupan.