Suara Denpasar – Gugatan cerai yang dilayangkan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika ternyata tidak atau belum berpengaruh terhadap elektabilitas (keterpilihan) Kang Dedi Mulyadi. Itu terbukti dari hasil survei Charta Politika terbaru yang menempatkan Dedi Mulyadi sebagai bakal calon gubernur (cagub) Jawa Barat (Jabar) 2024 teratas di bawah petahana Ridwan Kamil.
Charta Politika merilis hasil surveinya dalam dengan tajuk “Preferensi Sosial dan Politik Masyarakat Prov. Jawa Barat Tahun 2022”. Survei ini digelar dari tanggal 20 – 27 September 2022.
Artinya, survei ini digelar setelah Anne Ratna Mustika mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Purwakarta pada 19 September 2022 lalu. Saat ini, proses persidangan masih berlangsung dengan agenda mediasi antara Kang Dedi dan Ambu Anne.
“Seandainya pemilihan Gubernur Jawa Barat dilaksanakan hari ini siapakah yang akan Bapak/ Ibu/ Saudara pilih dari nama-nama di bawah ini?” demikian pertanyaan dalam survey Charta Politika yang dilansir Suara Denpasar dari website resmi lembaga survei ini.
Setelah diajukan pertanyaan tersebut, ternyata para responden menyebutkan bahwa paling banyak memilih Ridwan Kamil dengan perolehan 50,2 persen, disusul Dedi Mulyadi dengan 26,9 persen.
“Pada pilihan Kepala Daerah Jawa Barat jika Pemilihan dilaksanakan hari ini, nama Ridwan Kamil mondominasi di urutan teratas diikuti oleh Dedi Mulyadi,” demikian kesimpulan Charta Politika dari survei tersebut.
Di luar dua nama tersebut, elektabilitas sejumlah nama lain tergolong sangat kecil. Dedi Mizwar yang pernah maju sebagai calon gubernur berdampingan dengan Dedi Mulyadi dalam Pilgub Jabar 2018 malah hanya meraih 3,9 persen. Begitu juga anggota DPR RI, Dede Yusuf Cuma mendapat 3,4 persen. Wakil Gubernur Jabar saat ini, Uu Ruzhanul Ulum juga memiliki elektailitas rendah, yakni hanya 2,4 persen.
Termasuk adalah Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto juga memiliki elektabilitas 1,5 persen, serta Bupati Kawarang Cellica Nurachdiana hanya 1,3 persen, dan anggota DPR RI yang juga seorang artis Desy Ratnasari cuma memiliki elektabilitas 1,1 persen. Ketua DPD PDIP Jabar yang juga anggota Komisi IV DPR RI, Ono Surono malah lebih kecil lagi, yakni hanya 0,6 persen.
Artis yang juga anggota DPR RI, Ryeke Dyah Pitaloka hanya memiliki keterpilihan 0,4 persen. Tak terkecuali mantan pebulutangkis Indonesia, Taufik Hidayat hanya punya elektabilitas 0,2 persen. Politikus PKS yang juga anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetyani yang juga istri mantan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan alias Aher hanya memiliki elektabilitas 0,2 persen.
Baca Juga: Sule Serius Komentari Nathalie Holscher yang Dituding Selingkuh, Hanya Tuhan...
“Lainnya 0,1 persen, tidak tahu/ tidak jawab 7,8 persen,” lanjut Charta Politika.
Dalam rilis tersebut juga dijelaskan bahwa survei ini memakai metodologi multistage random sampling dengan 1.200 responden yang diwawancarai secara tatap muka. Serta margin of error 2,83 persen.
Berikut hasil lengkap survei Pilgub Jabar:
- Ridwan Kamil: 50,2 persen
- Dedi Mulyadi: 26,9 persen
- Dedi Mizwar: 3,9 persen