Suara Denpasar - Pernyataan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh kepada para kadernya soal penentuan calon wakil presiden ditentukan oleh Anies Baswedan dinilai sebagai langkah yang cerdik.
Analisanya, semua beban akan ditanggung oleh Anies Baswedan di mana koalisi partai sendiri belum terbentuk dengan solid.
Di mana, wacana yang beredar bahwa dalam koalisi partai bersama Nasdem akan bergabung PKS dan Demokrat. Kecerdikan Surya Paloh juga diakui oleh pengamat politik Rocky Gerung.
"Surya Paloh adalah King Maker yang cerdik, cerdan dan cerdik," kata Rocky Gerung dalam video di kanal youtubenya yang dikutip denpasar.suara.com, Jumat 20 Januari 2023.
Pastinya dalam penentuan siapa yang akan menjadi wakil presiden yang akan digandeng Anies Baswedan. Tentu tergantung dengan mahar politik.
"Siapa yang dipilih Anies oke, kalau maharnya kapan? Nanti kalau Anies sudah jadi Presiden itu. Tetapi, mahar itu saat ini mau dibagi di depan, toh pada akhirnya Nasdem, PKS dan Demokrat bakal nyatu juga kan," paparnya.
Dia juga memprediksi dalam koalisi nanti selain Surya Paloh akan berada di balik layar. Mantan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono atau SBY akan bekerja lebih maksimal.
Sebab, dalam analisanya yang berpeluang menjadi wakil presiden mendampingi Anies Baswedan adalah sang putra mahkota Partai Demokrat, yakni AHY.
"Bahwa AHY yang diunggulkan. Jadi Pak Surya Paloh saya kira mengerti juga pragmatis," terangnya.
Baca Juga: Jokowi Jamin Kebebasan Beragama, tapi Dikalahkan Desakan Massa
Hanya saja, jika paket ini jadi diumumkan pekan depan. Tentu tidak akan berpengaruh pada kenaikan elektabilitas suara Anies Baswedan.
Sebab, asal suara keduanya mirip atau hampir sama. "Jadi secara eletabilitas tidak nambah. Seperti yang diucapkan Anies, bahwa harus mampu memiliki tiga poin, yakni eletabilitas, kemampuan administrasi," tukasnya. ***