2 Periode Bisa Mulus, Pengamat Politik Nilai Manuver Politik Wayan Koster Pengaruhi Psikologi Pemilu

Suara Denpasar

Selasa, 07 Februari 2023 | 12:10 WIB
2 Periode Bisa Mulus, Pengamat Politik Nilai Manuver Politik Wayan Koster Pengaruhi Psikologi Pemilu
Dokumen pdipbali dan Suara Denpasar/Rovin Bou

Suara Denpasar - Pengamat politik Universitas Udayana, Efata F. B. Duarte menilai rencana Gubernur Bali Wayan Koster untuk dua periode bisa berjalan mulus. 

Hal ini karena menurut Efata, Wayan Koster telah mencuri start kampanye, mendeklarasikan diri untuk maju dua periode saat partai politik masih berhati-hati dalam mengambil keputusan siapa calon yang diusung.

"Publik saat ini berisiko terjebak dalam efek hipnosis massa, mudah terpengaruh oleh isu dan kandidat pertama yang muncul, oleh karena itu publik harus menjaga objektivitas dan kritikalitas dalam memahami kandidat dan isu," ujar Efata saat ditemui denpasar.suara.com, Selasa, (7/2/2023) siang.

Efata menilai manuver politik Koster telah berhasil mempengaruhi psikologi pemilu mengingat banyaknya dukungan dari berbagai elemen terhadap Koster. Dukungan itu menandai telah terjadi perubahan strategi politik yang mempengaruhi psikologi massa dalam pemilu tanpa melakukan monitoring isu publik atau wave check.

Namun demikian kata Efata, politik tetap lah politik, sangat dinamis dan bisa berubah dalam sekejap. Dia menilai manuver politik bisa saja muncul secara tiba-tiba dan merubah haluan pandangan politik publik.

"Strategi kampanye sudah berubah, dulu akan sangat mudah mengetahui siapa yang akan maju menjadi presiden, gubernur ataupun calon anggota legislatif dari baliho, poster, flayer yang muncul ditiap sudut kota, tetapi cara itu saat ini sudah tidak mesti.

Terutama soal eksekutif, ada partai politik yang bisa saja mengambil keputusan dan calon yang diusung di detik-detik terakhir dan merubah haluan pandangan politik publik dan dapat mempengaruhi keputusan pemilih yang mungkin tidak sesuai dengan kepentingan dan aspirasi sebenarnya," jelas calon Doktor ilmu hukum tersebut.

Lebih lanjut pendiri atau founder 'Malleum Iustitiae Institute' itu meminta publik harus bisa memastikan, memahami latar belakang, track record, dan platform kandidat serta memverifikasi informasi sebelum membuat keputusan pemilihan. 

Kemudia kata dia, publik juga perlu mempertahankan kepedulian dan partisipasi dalam proses pemilu untuk memastikan kandidat dan isu yang terpilih sesuai dengan harapan dan aspirasi.

baca juga

Lelaki kelahiran 1994 itu berharap jelang pemilu 2024, partai sebagai roda penggerak atau institusi yang mengusung kandidat dalam pemilu harus bisa menciptakan 'Trust Democracy' bagi masyayarakat.

Dia pun memberikan beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk menciptakan Trust Democracy. Di antara adalah:

1. Meningkatkan keterlibatan sektoral: memfasilitasi dan mempromosikan keterlibatan sektoral dalam proses pembuatan kebijakan, seperti perusahaan, LSM, dan akademisi, untuk memastikan bahwa berbagai perspektif terwakili dalam proses pemerintahan.

2. Memberikan dukungan terhadap media yang berpendapat bebas: memberikan dukungan kepada media bebas dan berpendapat untuk memastikan bahwa informasi yang diterima oleh masyarakat akurat dan objektif.

3. Penegakan hukum dan konsekuensi yang tepat: memastikan bahwa mereka yang melanggar hukum dan memengaruhi proses demokrasi dikenakan konsekuensi yang tegas dan proporsional.

4. Pendekatan bottom-up: memfokuskan pada pendekatan bottom-up dengan memperkuat mekanisme bagi masyarakat untuk mengajukan aspirasi dan mempengaruhi kebijakan, seperti pemilu dan konsultasi publik.

5. Menyokong pendidikan kritis dan budaya demokratis: mempromosikan pendidikan kritis dan budaya demokratis sejak dini untuk membangun generasi yang lebih kritis dan memahami pentingnya demokrasi dan partisipasi.

6. Koordinasi dengan mitra internasional: bekerja sama dengan mitra internasional untuk mempromosikan dan memperkuat demokrasi, seperti dengan mengikuti praktik standar penyelenggaraan pemerintah terbaik dan berbagi pengalaman perhelatan Internasional, karena Bali selalu menjadi percontohan dunia, tidak hanya sektor pariwisatanya saja tetapi sisi pemerintahan juga disorot.

"Saya kira enam strategi itu harus dilakukan agar dapat menciptakan Trust Democracy bagi masyarakat," pungkas Dosen muda itu. (*/Dinda)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Masinton PDIP: Tak Ada Alasan Penundaan Pemilu Dan Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

Masinton PDIP: Tak Ada Alasan Penundaan Pemilu Dan Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

Kotak Suara | Selasa, 07 Februari 2023 | 09:02 WIB

5 Fakta Isu Penundaan Pemilu 2024, Sistem Proporsional Tertutup Jadi Pengalihan?

5 Fakta Isu Penundaan Pemilu 2024, Sistem Proporsional Tertutup Jadi Pengalihan?

Kotak Suara | Selasa, 07 Februari 2023 | 07:48 WIB

Dipinang Koster untuk Pilgub 2024, Cok Ace : Yang Penting Pak Koster Harus Tetap Naik

Dipinang Koster untuk Pilgub 2024, Cok Ace : Yang Penting Pak Koster Harus Tetap Naik

Bali | Senin, 06 Februari 2023 | 19:36 WIB

Nyoblos Tetap 14 Februari 2024, DPR: Sejauh ini Tidak Ada Kondisi yang Buat Pemilu Ditunda

Nyoblos Tetap 14 Februari 2024, DPR: Sejauh ini Tidak Ada Kondisi yang Buat Pemilu Ditunda

Kotak Suara | Senin, 06 Februari 2023 | 19:28 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×