Suara Denpasar-Influencer asal Bali, Niluh Djelantik kembali dibikin geram dengan ulah WNA di Bali. Kali ini terkait aktivitas pekerja fotografi atau fotografer dari kalangan WNA yang menurutnya cukup menjamur di Bali.
Namun, para WNA ini bekerja tidak sesuai dengan aturan yang berlaku di Indonesia maupun di Bali. Menurutnya, hal itu diketahuinya dari keluhan fotografer lokal Bali.
"Banyak photografer mengadu ke Mbok Niluh terkait kegiatan photografer WNA yang menjamur di Bali. Mereka tidak takut bersaing. Mereka hanya ingin kesetaraan perlakuan. Menjadi fotografer itu tidak murah. Selain bakat dan kemampuan networking, peralatan yang digunakan juga mahal," tulis Niluh Djelantik pada akun instagramnya, Rabu (15/2/2023).
Menurutnya, pada dasarnya fotografer asing punya banyak benefit yang tak dimiliki fotografer lokal. Salah satunya adalah kemampuan bahasa selain bahasa Inggris. Selain itu ada potensi pelanggan dari
negaranya sendiri.
"Karena mereka sangat solid mendukung kaumnya, paspor yang memungkinkan
mereka melakukan perjalanan tanpa apply visa disaat sama mereka bisa menetap di Bali dengan biaya lebih kecil bahkan tak jarang gaya hidupnya hedon makan resto sana sini tinggal di villa mewah patungan bahkan disewakan ke teman-temannya," bebernya.
Niluh Djelantik juga menunjukan bukti salah satu WNA yang bekerja sebagai fotografer di Bali. Namun WNA tersebut juga bekerja di beberapa sektor pariwisata di Bali. Mulai dari retoucher, tour organiser sembari motret.
"Mbok tidak anti WNA yang bekerja/punya usaha di Indonesia. Mbok memperjuangkan kesetaraan keadilan yang juga berhak didapatkan oleh warga lokal," tambahnya.
"Warga lokal harus punya izin?
WNA musti punya juga dong
Warga lokal harus bayar pajak?
WNA musti bayar juga dong," tulisnya lagi.
Mantan politikus partai NasDem ini pun menyatakan, jika terus ada pembiaran, maka akan terjadi akan banyak orang Indonesia yang kesulitan bekerja profesional di negaranya sendiri.
Baca Juga: Gegara Sosok Pria Cinta Pertamanya Ini, Amanda Manopo Malah Dibuat Menangis di Hari Valentine
"Jika terjadi pembiaran sosialisasi minim terkait syarat WNA bekerja/berusaha di Indonesia. Bayangkan berapa periuk nasi orang Indonesia yang diambil jika tak memiliki izin lengkap untuk aktivitas yang jelas-jelas menghasilkan
uang ?????," pungkasnya.