Suara Denpasar - Salah satu depo minyak milik PT Pertamina yang berlokasi di Kecamatan Plumpang, Jakarta Utara mengalami kebakaran pada Jumat (3/3/2023) malam.
Peristiwa nahas tersebut menyebabkan belasan warga sekitar menjadi korban jiwa sementara yang lainnya luka-luka.
Namun sejatinya, ini bukan kali pertama terjadi kebakaran di Depo Pertamina Plumpang.
Sebelumnya pada tahun 2009 lalu, Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) tersebut sempat mengalami hal serupa setelah adanya tangki yang meledak.
Berbicara mengenai kebakaran di depo maupun kilang milik Pertamina, ternyata peristiwa semacam itu sudah acap kali terjadi.
Tak hanya di kawasan Jakarta Utara namun juga di Cepu dan Cilacap. Berikut daftar selengkapnya.
Kilang Pertamina Cepu
Kebakaran di kilang minyak milik Pertamina pernah terjadi di Cepu, Jawa Tengah pada 9 April 2020.
Kebakaran itu terjadi lantaran adanya gangguan di Thermal Oxidizer (TOX) hingga menyebabkan Si Jago Merah melalap fasilitas Central Processing Plant (CPP) Gas Gundih.
Lokasi kilang minyak ini sempat ditutup sementara, meskipun beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden itu.
Kilang Pertamina Balongan
Tangki T-301 di kilang minyak Pertamina RU VI Balongan, Indramayu juga pernah mencatat insiden kebakaran pada 29 Maret 2021 dini hari.
Tak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun 6 orang menderita luka berat dan 29 lainnya luka ringan.
Adapun penyebab kebakaran itu diduga terjadi karena adanya sambaran petir.
Kilang minyak ini kembali mencatat insiden kebakaran setahun kemudian. Tepatnya pada 7 September 2022, area tangki 107 Integrated mengalami kebakaran karena diduga disambar petir.
Kilang Pertamina Balikpapan
Pada 4 Maret 2022, PT Pertamina kembali mencatat kebakaran di kilang minyaknya yang berlokasi di Kalimantan. Kebakaran di kilang Pertamina Refinery Unit (RU) V Balikpapan tidak seberapa besar sehingga api dengan cepat berhasil dipadamkan.
Mmasih di tahun yang sama, dua bulan setelah insiden itu, seorang pekerja dinyatakan tewas setelah kilang minyak Balikpapan tepatnya di area Plant 5 dalam Hydro Skimming Complex kembali mengalami kebakaran.
Akibat kejadian itu, 5 orang lainnya mengalami luka-luka.
Kilang Pertamina Cilacap
Kilang minyak milik Pertamina yang satu ini paling banyak mencatat riwayat kebakaran. Adapun insiden pertama terjadi pada 24 Oktober 1995.
Kala itu, terjadi kebakaran pada 10 kilang minyak hingga membuat ribuan warga sekitar mengungsi. Diduga penyebabnya karena sambaran petir.
Lalu pada 9 Maret tahun 2008, ledakan alat pendingin saat dibersihkan menyebabkan pipa terbakar hingga menewaskan 2 orang pekerja.
Sejak saat itu, kilang Pertamina Cilacap kembali mencatatkan insiden serupa pada tahun 2009, 2011, 2016, dan 2021.
Hingga kini, kilang minyak Cilacap telah mencatat setidaknya tujuh kali insiden kebakaran.
Depo Pertamina Plumpang
Terbaru, peristiwa kebakaran di Depo Pertamina Plumpang, Koja, Jakarta Utara kembali menyita perhatian.
Kejadian ini telah menewaskan belasan orang hingga berita ini ditulis. Mulanya, warga sempat mendengar dentuman keras sebelum api menyambar.
Mereka juga sempat menghirup udara yang menyengat hingga ada yang pingsan.
Kekinian, diberitakan jika Menteri Badan Usaha Milik negara Erick Thohir mengatakan dirinya siap mengawal pengusutan dan evaluasi terhadap insiden tersebut. (*/Ana AP)