Suara Denpasar - Ketidakhadiran keluarga Gen Halilintar di berbagai momen penting Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah terus memunculkan rumor miring. Banyak warganet yang berpikir bahwa keluarga Atta tak merestui pernikahan anaknya dengan Aurel.
Di tengah rumor tersebut, muncul kabar bahwa ibunda Atta yang bernama Lenggogeni Faruk terang-terangan mengaku tak menyukai Aurel.
Kabar itu disampaikan oleh kanal YouTube Vemi Liar dalam sebuah video berjudul "YA AMPUN !! IBUNDA ATTA AKUI TAK SUKA AUREL,ANANG ASHANTY LANGSUNG BEREAKSI,AUREL BERI PESAN PILU?"
Meski baru dirilis seminggu yang lalu, video ini telah ditonton hingga lebih dari 8 ribu kali.
Lantas, benarkah klaim yang dibuat oleh sang pengunggah?
CEK FAKTA
Berdasarkan penelusuran Suara Denpasar untuk cek fakta, video berdurasi 3 menit 38 detik itu awalnya menyoroti ketidakhadiran Gen Halilintar di pesta ulang tahun Ameena Nur Atta.
Narator kemudian membandingkan hal itu dengan cara Geni Faruk cs merayakan ulang tahun Fateh Halilintar yang cukup meriah serta kehadiran Raul Lemos di pesta Ameena.
"Suami Krisdayanti Raul Lemos yang tinggal di Timor Leste bahkan menyempatkan hadir dan memberikan kado untuk sang cucu pertama, Ameena," ujar narator dalam video tersebut.
Baca Juga: Rocky Gerung Jadi Saksi Ahli Bambang Tri dan Gus Nur, Kuasa Hukum Terdakwa: Meringankan dan Ilmiah
"Gen Halilintar tidak pernah hadir dalam berbagai acara besar Atta dan Aurel. Mulai dari acara lamaran, pernikahan hingga kelahiran cucu pertamanya," sambung narator.
Narator melanjutkan, "Namun ketika pandemi sudah mereda dan akses pulang ke Indonesia sudah terbuka, Gen Halilintar justru kembali absen di berbagai acara penting."
Sayangnya, hingga video berakhir narator sama sekali tidak membahas tentang Geni Faruk yang mengaku tak suka pada Aurel.
Penjelasan tentang reaksi Anang dan Ashanty terhadap hal itu juga tidak disertakan, sehingga tidak ada pernyataan atau bukti yang kuat untuk mendukung klaim di atas.
KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa judul dalam video itu sama sekali tidak relevan dengan isi berita maupun penjelasan yang diutarakan oleh narator.