Suara Denpasar – Kebakaran Depo Pertamina Plumpang yang menewaskan belasan warga pada Jumat (3/3/2023) terus menyedot perhatian publik. Banyak dari masyarakat yang mencari dalang di balik insiden tersebut.
Bahkan, baru-baru ini beredar kabar jika pembakaran Depo Pertamina dilakukan dengan sengaja. Pelakunya sendiri ialah orang suruhan Anies Baswedan yang telah dibayar 2 Miliar.
Informasi tersebut salah satunya disebarkan melalui video yang diunggah di kanal YouTube ISTANA POLITIK dengan 306 ribu pengikut.
Tayangan yang diunggah pada Senin (13/3/2023) itu memiliki narasi begini:
“VIRAL ~ TERNYATA SURUHAN, DIBAYAR 2 M BAKAR PERTAMINA SURUHAN ANIES KECEPLOSAN BILANG BEGINI,” demikian narasi yang ditulis pengunggah pada judul video.
Sementara thumbnail video menayangkan seorang pria yang diduga pelaku pembakaran Depo Pertamina berdiri di antara polisi. Kemudian di bagian depannya terdapat tumpukan uang pecahan 100 ribuan.
Tak hanya itu, thumbnail video juga dilengkapi dengan keterangan tulisan, “Update Terkini, Waw.. Ternyata Dibayar 2 Miliar, Suruhan Anies Keceplosan Bilang Begini,”.
Hingga kini, video itu telah disaksikan lebih dari dari 32 ribu kali, serta dipenuhi komentar warganet yang menyalahkan Anies dan meminta agar mantan Gubernur Jakarta itu segera dihukum.
Namun, benarkah klaim pada video berdurasi 10 menit 2 detik tersebut?
CEK FAKTA:
Setelah didengarkan untuk cek fakta, video yang diunggah di kanal tersebut tidak menampilkan informasi yang sesuai dengan judul yang dinarasikan.
Faktanya, sampai akhir durasi video, tidak ada informasi soal orang suruhan Anies yang mengaku dibayar 2 M untuk membakar Depo Pertamina Plumpang.
Selama tayangan berlangsung, video tersebut justru hanya menampilkan pandangan dari Komisaris Ancol, Geisz Chalifah yang mengkritik Anies soal penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), serta beberapa cuplikan tentang masalah serupa dalam diskusi acara Catatan Demokrasi.
Narator juga membahas dan pandangan berbeda soal keberadaan zona kampung Plumpang antara Anies dan Ahok saat masa kampanye Pemilihan Gubernur 2017 silam. Di mana Ahok yang memiliki keinginan merelokasi warga. Sedangkan Anies yang berjanji memberi IMB demi warga tidak digusur.
Sementara itu, selebihnya narator justru membahas soal kasus penganiayaan Mario Dandy yang berimbas pada terkuaknya dana tak wajar di jajaran pegawai pajak dan Kementerian Keuangan.