Suara Denpasar - Kisah Jusuf Hamka memang menarik diceritakan.
Konglomerat pengusaha jalan tol ini adalah seorang mualaf yang memutuskan masuk Islam pada saat berusia 23 tahun.
Dalam podcast YouTube Curhat Bang Denny Sumargo yang tayang pada Mei 2021 lalu, Jusuf Hamka berkesempatan menceritakan kisahnya saat baru menjadi mualaf.
Ia adalah seorang anak yang tumbuh dengan ayah seorang Budha dan ibu penganut Kristen.
Namun demikian, Jusuf Hamka menilai orangtuanya sama sekali tidak mempermasalahkan ketika ia memilih Islam sebagai jalan hidup.
Seperti saat momen puasa pertamanya sebagai mualaf, ada kisah haru yang membuatnya sangat bangga pada sang ibu.
Ia lantas menceritakan saat ia harus melalui Ramadhan pertamanya.
Saat itu ia sangat malas untuk menunaikan sahur, padahal ia harus melaksanakan puasa Ramadhan hari itu.
Sang ibu yang seorang kristen justru menjadi penyemangat dengan cara memberikan dorongan dan mempersiapkan kebutuhan Jusuf Hamka.
"Waktu saya puasa pertama, ini saya nggak ngarang. Belive it or not, saya bangga ama ibu saya. Saya bangun pagi jam 3, dibangunin ama ibu saya,” ungkapnya.
Sang ibu juga sampai memasak makanan untuk digunakan sahur Jusuf Hamka.
Tak hanya itu, ibunya pun sampai-sampai menggunakan wajan khusus untuk memasak makanan Jusuf Hamka agar terjaga kehalalannya.
Pria kelahiran 65 tahun silam itu lantas menirukan dialog antara dirinya dan sang ibu saat menjelang sahur.
"Puasa,” kata sang ibu ditirukan Jusuf Hamka.
“Alun ngantuk, Mah,” kata Jusuf.
“Udah, mamah udah masakin.”
“Ya entar lagi deh, Mah.”
“Gak, mamah udah bedain penggorengannya (wajan) sendiri. Terpisah. Halal makanannya,” ucap sang ibu mempertegas.
Mendengar itu, Jusuf Hamka lantas dibuat kaget dan tak menyangka ibunya bahkan sampai rela melakukan hal demikian.
Ia lantas bangun dan makan sahur untuk puasa hari pertamanya.
"Ibu saya sampai begitu mendukung saya. Padahal saya nggak minta. Saya langsung bangun,” ucapnya lagi penuh haru.
"Ibu saya itu ibu yang luar biasa hebatnya. Dan ayah saya itu ayah yang luar biasa hebatnya. Toleransi beragamanya,” pungkas pria bernama asli Jauw A Loen alias Alun ini.
Jusuf Hamka sendiri berkesempatan menjadi mualaf atas bimbingan dari ulama sekaligus ketua MUI kala itu, yakni almarhum Buya Hamka.
Ia juga dijadikan sebagai anak angkat Buya Hamka yang kemudian memberinya nama Islam menjadi Jusuf Hamka.