- Pelatih timnas Paraguay, Gustavo Alfaro, mengkritik FIFA terkait mahalnya biaya perjalanan dan akomodasi suporter pada Piala Dunia 2026.
- Alfaro menilai komersialisasi berlebihan telah menghilangkan esensi sepak bola sebagai olahraga rakyat yang seharusnya inklusif bagi semua kalangan.
- Pelatih tersebut juga menganggap kebijakan jeda hidrasi dalam pertandingan saat ini lebih ditujukan untuk kepentingan iklan ketimbang kebutuhan kesehatan.
Suara.com - Pelatih timnas Paraguay, Gustavo Alfaro, melontarkan kritik tajam kepada FIFA terkait penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Alfaro menilai turnamen kini semakin menjauh dari akar sepak bola sebagai olahraga rakyat karena tingginya biaya yang harus ditanggung suporter.
Alfaro menyoroti mahalnya biaya perjalanan dan akomodasi bagi fans.
“Orang-orang yang saya kenal sedang mengalami masa sulit. Bepergian menjadi sangat rumit dan mahal. Piala Dunia terlalu dilebih-lebihkan, esensi sepak bola sudah hilang,” ujarnya.
Alfaro menegaskan bahwa komersialisasi berlebihan membuat hanya segelintir orang yang bisa menikmati atmosfer langsung di stadion.
![Profil Timnas Paraguay: Generasi Baru La Albirroja Bakal Unjuk Gigi di Piala Dunia 2026 [Instagram @albirroja]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/07/66230-timnas-paraguay.jpg)
“Sepak bola tidak bisa hanya menjadi bisnis. Hari ini hanya kelompok terbatas yang bisa merasakan semuanya,” tambahnya.
Tak hanya itu, Alfaro juga mengkritik kebijakan jeda hidrasi yang diterapkan di beberapa pertandingan.
Menurutnya, jeda tersebut lebih bernuansa komersial ketimbang kebutuhan olahraga.
“Itu bukan jeda minum, itu jeda iklan,” tegasnya.
Pelatih asal Argentina itu mengingatkan bahwa sepak bola lahir dari kalangan sederhana dan seharusnya tetap inklusif.
Alfaro menekankan bahwa kekuatan sepak bola terletak pada aksesibilitasnya bagi semua kalangan, bukan hanya elite.
