Suara Denpasar - Teka-teki mengenai siapa yang bakal menggantikan Presiden Joko Widodo pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 masih penuh misteri.
Meski begitu, nama untuk calon Presiden 2024 sudah sangat ramai bermunculan.
Beberapa nama seperti Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Puan Maharani, Ridwan Kamil, dan sejumlah nama lainnya, mulai ramai dibicarakan sebagai sosok pengganti Presiden Jokowi.
Namun demikian, berbeda dari yang lain budayawan Jaya Suprana menuturkan sosok yang pantas memimpin Indonesia di tahun 2024 adalah pengusaha jalan tol, Jusuf Hamka.
Jaya Suprana memilih Jusuf Hamka karena, dinilai bisa memperkuat kerukunan umat beragama yang ada di Indonesia.
"Menurut saya anda sangat layak menjadi Presiden 2024, anda harus kenal diri anda, karena anda biasa menjadi pemersatu bangsa ini," kata Jaya Suprana kepada Jusuf Hamka dikutip Suara Denpasar dari Kanal YouTube Jaya Suprana Show, Sabtu(25/3/2023).
Jaya menegakan bahwa, anak angkat Buya Hamka itu telah menjadi sosok penting dan panutan bagi masyarakat Indonesia.
Sehingga ia yakin bahwa Jusuf Hamka layak menjadi pemimpin Indonesia.
"Karena kita tau biasanya warga keturunan sering kali mendapat stigma terpapar Islamphobia," tegas Jaya Suprana
Baca Juga: Cek Fakta: Jusuf Hamka Bagi-bagi Uang Buat Bayar Utang? Begini Klarifikasinya
"Nah berkat kehadiran anda (Jusuf Hamka), kesan tersebut hilang. Karena anda (Jusuf Hamka) sebagai warga keturunan. Anda bukan saja sebagai seorang mualaf. Tetapi anda sudah menjadi tokoh dalam Islam," lanjutnya.
Warganet yang menyaksikan video Jaya Suprana dengan Jusuf Hamka ternyata banyak yang mengomentari usulannya tersebut.
Tak sedikit di antara mereka yang setuju dengan apa yang dikatakan oleh Jaya.
"Dari dulu saya sangat kagum sama bapak HJ Jusuf Hamka, saya bangga sama beliau. Gak ada konglomerat yang sesuci dan baik seperti bpk hj. Sukses terus pak haji kalau mau naik jadi capres atau cawapres saya maju paling depan untuk mendukung pak hj," tulis @Mujin Utang
"Sosok pemimpin Indonesia 2024. Maju bapak saya siap dr Ende NTT," kata @Xaverius adersan Raoly
"Boleh jadi, Apalagi kalau presidential Treshold berhasil dihapus. Dan ditambah lagi kalau ibukota baru beneran pindah kedaerah asalnya pak Jusuf Hamka di Kaltim," tegas @Tiada.