Suara Denpasar - Kondisi infrastuktur Universitas Udayana (Unud) yang masih belum maksimal terselesaikan.
Bahkan, di beberapa Fakultas ada bangunannya yang rusak. Pun, mahasiswa sampai belajar lesehan, hemat Ketua BEM Universitas Udayana, I Putu Bagus Padmanegara bukan pepesan kosong belaka.
Pihaknya mempersilahkan semua pihak untuk mengecek langsung ke lapangan soal fakta riil yang terjadi.
"Yaa bisa datang ke Unud langsung, lihat sendiri bagaimana kondisinya saat ini di Udayana, saya tidak melempar argumen kosong. Siapapun hadir saja ke kampus kami. Silahkan ditanya ke mahasiswa, acak saja siapa boleh? Tanya bagaimana fasilitas sarana dan prasarananya," paparnya.
"Dan oiya, soal klaim dana SPI masuk dan pembangunan diatas itu jumlahnya, berarti ada celah dana lain yang bisa dimaksimalkan, antara malas atau bagaimana? Saya tidak tau ya, sederhananya SPI kan cara memperoleh uang paling mudah.
Ya bagi para pembisnis ini, uang kaget lah bahasanya. Ya semoga kedepannya saya rasa untuk ukuran Profesor harusnya bisa mengoptimalkan aset atau hal-hal lain, PNBP Unud besar tuh, rasanya SPI tidak lebih dari 20 persen saja," imbuhnya panjang lebar, Senin 10 April 2023.
Dia juga mengatakan bahwa tidak semua kampus menerapkan SPI. Hal itu juga sudah diungkapkan dalam kajian pihak BEM.
"Tapi ya memang karena dibolehkan dari segi Permendikbud No 25 tahun 2020 yang kalau kita lihat secara lebih holistik lagi, harusnya tanggung jawab negara untuk dana pendidikan ini. Pemerintah harus segera bersikap, banyak sekali celah di jalur mandiri dan SPI ini," tegasnya.
BEM Unud juga tetap dengan sikap awalnya menolak SPI sebagai bentuk komersialisasi dunia pendidikan. ***
Baca Juga: Tim Kejati Tak Hadir Praperadilan Rektor Unud, BEM Unud Kecewa dan Pertanyakan Taring Kejaksaan