Suara Denpasar – Anas Urbaningrum, mantan Ketua Umum Partai Demokrat mengaku tidak ingin terburu-buru kembali terjun ke dunia politik, usai dinyatakan bebas dari Lapas Kelas 1A Sukamiskin, Selasa (11/3/2023) lalu.
“Enggak akan buru-buru saya. Tentu ada teman-teman yang inginsaya segera langsung terjun ke politik taktis. Akan tetapi, itu tadi, saya akan mempelaari keadaan dahulu,” tutur Anas, dikutip Suara Denpasar dari Antaranews, Jumat (14/4/2023).
Sebagai mantan terpidana kasus korupsi proyek Hambalang, Anas merasa ia perlu mempersiapkan segala hal dengan matang jika mau kembali terjun ke dunia politik, lantaran menurutnya hal ini berhubungan dengan hajat hidup orang banyak.
Menurut Anas, langkah politik tidak bisa diputuskan sekonyong-konyong dan spontan. Dia harus memastikan keadaan dan kebutuhan terlebih dahulu.
Selain itu, ia juga memandang perlu mempertimbangkan banyak pendapat, baik dari teman, sahabat, maupun beberapa orang terdekatnya sebelum mengambil langkah politik.
“Harus ada kalkulasinya yang detail dan rasional. Manfaat dan mudaratnya seperti apa, prinsipnya tidak boleh buru-buru. Saya tidak akan buru-buru, nanti melihat keadaan, melihat kebutuhan,” ungkapnya.
Tak hanya itu, dia juga mesti terlebih dahulu menjalin silaturahmi dengan keluarga maupun kerabat yang sempat berkurang interaksinya selama masih berada di dala lapas.
“Silaturahmi dengan keluarga besar. Silaturahmi dengan sahabat-sahabat dekat, sanak kerabat ‘Kan harus dijalin lagi karena dalam waktu yang lama komunikasinya sangat terbatas,” ujarnya.
Meski telah dinyatakan bebas, namun Anas masih disebut dengan status cuti menjelang bebas (CMB). Sehingga, ia masih perlu wajib lapor ke Balai Permasyarakatan selama 3 bulan.
Baca Juga: Tersandung Kasus Korupsi Proyek Hambalang, Anas Urbaningrum Bernasib Malang
Dengan kondisi ini, tentu Anas belum bisa leluasa untuk kembali ke ranah politik. (*/Dinda)