Suara Denpasar - Berdasarkan sejarahnya, Kota Administrasi Denpasar sebelumnya hanyalah sebuah taman. Dan masuk dalam wilayah pemerintahan Kabupaten Badung.
Seiring berjalannya waktu Denpasar resmi menjadi Kotamadya pada tanggal 15 Januari 1992, berdasarkan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1992. Kemudian Kota Denpasar ditetapkan sebagai ibu kota Provinsi Bali pada tanggal 23 Juni 1960.
Berdasarkan sejarahnya tersebut, tidak heran jika sampai saat ini Kota Denpasar memiliki banyak taman.
Seperti Taman Kota Lumintang, Taman Lalu Lintas Kota Denpasar, Taman Kumbasari, Taman Janggan Renon Denpasar, Taman Inspirasi Mertasari, Taman Kota Br Buagan, Lapangan Niti Mandala Renon-Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Taman Sungai Pasar Badung, Taman Puputan Badung.
Taman-taman tersebut menjadi tempat berkumpul masyarakat Denpasar.
Sejumlah taman diantaranya disediakan fasilitas olahraga seperti, jogging track, tiang restock, jalan khusus penderita rematik, dan fasilitas pendukung lainnya.
Dari sejumlah taman tersebut, Taman Puputan Badung lah yang sering dikunjungi bapak-bapak yang berumur lansia (lanjut usia). Pasalnya di taman tersebut terdapat Monumen Catur.
Bapak-bapak tersebut berkumpul di area sekitar Monumen itu untuk bermain Catur. Mereka datang dari wilayah sekitar untuk bermain dan ada juga yang sekadar menonton orang bermain catur.
Dipantau Suara Denpasar Rabu (19/4/2023), catur-catur itu ada yang dibawa dari rumah, ada juga yang menyewa di lokasi. Kemudian mereka mencari lawan untuk mengadu strategi.
Baca Juga: Lepas 2 Pemain, PSIS Semarang Dikabarkan Sepakat Datangkan Pemain Persipura, Ini Profilnya
Pak Agung (73) mengatakan bermain catur adalah cara dia menghibur diri. Lebih tepatnya membunuh waktu.
"Senang saja bermain catur. Bermain catur untuk membunuh waktu," terangnya.
Sementara Nyoman Dana seorang pemain Catur dan sekaligus penyewa catur mengatakan, hampir setiap hari para lansia berkumpul di tempat tersebut untuk bermain Catur. Setiap papan catur disewakannya dengan harga Rp. 10.000 untuk durasi main sepuasnya.
"Satu papan catur harga 10 ribu, main sepuasnya," imbuh Nyoman Dana. (Rizal/*)