Suara Denpasar - Setelah viral kontenya terkait infrastruktur di Lampung. Tiktoker Bima Yudho kembali mengeluarkan konten part 2 terkait sulitnya tanah kelahirannya untuk maju.
Dikutip dari halaman Facebook @Anjas Asmara, Bima menjelaskan bahwa di Lampung masih terkotak-kotak selain berbatasan langsung dengan Pulau Jawa.
Di sana ada tiga kelompok besar mayarakat. Yakni orang Lampung, Suku Jawa, dan Suku Bali. Padahal, mereka semuanya adalah masyarakat Lampung sendiri yang besar dan lahir di Lampung.
Rasisme juga terasa usai dia membuat konten kritikan soal infrastruktur Lampung. Beberapa konten kreator asal Lampung malah mempertanyakan suku dan agamanya. Namun, pertanyaan yang bernada rasis itu tidak dia tanggapi.
Selanjutnya adalah faktor orang-orang pintar di Lampung yang memilih hijrah ke daerah lain. Artinya Lampung tidak kekurangan orang pintar.
"Kurangnya apreasiasi dari pemerintah Lampung sendiri yang membuat masyarakat daerah dari Lampung, yang unggul (ke luar daerah)," paparnya dikutip denpasar.suara.com, Jumat 21 April 2023.
Di sisi lain, sumber daya manusia di Lampung banyak yang unggul. Seperti Erick Thohir dan Sri Mulyani adalah putra dan putri asli Lampung.
Dia juga mencontohkan soal apreasiasi pemerintah daerah yang minim salah satunya adalah hadiah bagi atlet yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan.
Tak hanya itu, dirinya yang juga ingin daerahnya maju lewat konten yang dia buat malah ditanggapi lain oleh pemerintah daerah.
Baca Juga: Kopassus Kocar-Kacir Diserang KKB, Pengamat Militer Duga Ada Keterlibatan Pasukan Asing
Mereka malah sibuk membahas soal Dajjal, suku, agama, dan ras. "Gua malah merasa dipersekusi," tukasnya.
Postingan Bima mendapat aspirasi positif dari warganet. "Mantap anak muda Bima , jangan patah semangat maju terus Karena Ku Tahu engkau di luar negeri tetapi hatimu di Lampung Indonesia Tercinta untuk kemajuan untuk kesatuan kesejahteraan warga Lampung.
Untuk pemerintahan setempat berikanlah kesempatan bagi anak-anak muda meluapkan isi hati mereka ini kan zaman modern zaman digital bukan zaman batu .Thank you Mas Anja's," komen Ris Kanaan. ***