Suara Denpasar - Beredar video diduga sesama anggota KKB berkelahi karena wanita dan tanah adat, video itu viral di sosial media.
Video itu diunggah oleh kanal YouTube WAR KUY, dengan durasi video 3 menit 47 detik dan sudah ditonton 3,2 ribu kali.
Dalam video itu memperlihatkan sekelompok orang tengah berkelahi. Teriakan terdengar kurang jelas dalam video itu, namun pada detik ke 23 video itu terdengar salah satu orang berteriak dengan bahasa Indonesia. Videonya dibuat blur atau buram lantaran ada beberapa orang yang diduga terluka.
"Wey dari mana?," ujar salah satu dari mereka, dilansir Suara Denpasar dari kanal YouTube WAR KUY pada Senin, (24/4/2023).
Namun informasi video itu masih dugaan, lantaran tidak diwartakan di mana dan kapan peristiwa itu terjadi, serta motif apa sesungguhnya yang melatar belakangi perkelahian dalam video tersebut.
Kemudian setelah diputarkan video itu, sang narator dalam video menjelaskan tentang konflik KKB yang sampai saat ini sedang ditangani oleh pemerintah Indonesia melalui TNI.
Adapun dilansir dari Suara.com, update informasi dari konflik KKB masih berlangsung, TNI masih berupaya mengatasi gerakan sparatisme yang dilakukan oleh KKB.
Bahkan diwartakan saat ini ada korban tewas dari pihak TNI sebanyak 5 orang di Nduga Papua dalam upaya pembebasan pilot Susi Air pada Sabtu, (15/4/2023).
Salah satu korban dari 5 orang anggota TNI itu ialah Pratu F, Informasi itu disampaikan oleh Panglima TNI Laksamana TNI, Yudo Margono.
Pratu F merupakan korban kelima yang gugur oleh serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Mugi-man, Nduga, Papua dalam misi penyelamatan itu.
"Jenazah Pratu F ditemukan oleh Tim Gabungan yang sejak peristiwa penembakan itu terus mencari dan menelusuri tempat kejadian penembakan oleh KKB," kata Yudo dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (23/04/2023). (Rizal/*)