Suara Denpasar – Penampilan gemilang punggawa Timnas Indonesia U-22, Ramadhan Sananta pada ajang SEA Games 2023 menjadi sorotan publik.
Terlebih bomber PSM Makassar tersebut berhasil mencetak dua gol untuk Timnas Indonesia di partai final kontra Timnas Thailand.
Namun demikian, gol kedua Ramadhan Sananta disebut-sebut memicu kontroversi hingga membuat patah semangat para pemain Timnas Thailand.
Dilansir dari media Thailand Thairath, pelatih Timnas Thailand Issara Sritaro mengungkapkan bola umpan yang diterima oleh Ramadhan Sananta tersebut seharusnya bagian dari bola fair play.
Seperti diketahui, gola ini memang mendapat protes keras dari Timnas Thailand. Kontroversi gol Ramadhan Sananta bermula dari punggawa Timnas Indonesia, Witan Sulaeman jatuh akibat benturan di area kotak penalti Indonesia.
Wasit pun menghentikan laga dan memberikan drop ball ke Indonesia untuk diberikan ke Thailand sebagai bagian dari fair play.
Lewat sebuah sentuhan, bomber PSM Makassar itu menyepak bola lob yang melambung ke gawang Thailand, dengan kiper yang bergerak maju tak bisa menjangkau si kulit bundar.
"Bahkan kami kebobolan gol kedua yang [prosesnya] mencederai semangat sepak bola. Tapi oke, itu memang tidak menyalahi aturan," kata Issara Sritaro dikutip dari Thairath, Rabu (17/5/2023).
Issara Sritaro pun meminta pemainnya untuk segera bangkit dan melupakan kekalahan tersebut. Ia berharap para pemain dapat lekas pulih dan kembali ke klub masing-masing.
"Sekarang kami tak bisa berbuat apa-apa, semoga semua pemain bisa pulih dan kembali ke klub," kata Sritaro.
Seperti diketahui Timnas Indonesia berhasil mencukur Timnas Thailand dengan skor meyakinkan 5-2 di final SEA Games.
Skuad asuhan Indra Sjafri berhasil menorehkan prestasi dengan membawa pulang medali emas pesta olahraga dua tahunan tersebut setelah puasa medali emas selama 32 tahun untuk cabor sepakbola. (*/Ana AP)