Suara Denpasar - Dedi Mulyadi dan Anne Ratna Mustika secara resmi bercerai pada 22 Februari 2023 di Pengadilan Agama Purwakarta.
Setelah bercerai, sampai sekarang keduanya masih melajang dan fokus urus karier politik masing-masing.
Dedi Mulyadi digadang-gadang akan maju sebagai calon Gubernur Jawa Barat pada pemilu 2024, sementara Anne Ratna Mustika akan mencalonkan diri sebagai Bupati Purwakarta untuk periode kedua.
Dedi Mulyadi sempat dijodohkan netizen dengan beberapa nama, seperti Desy Ratnasari, kemudian yang terbaru dengan penyanyi dangdut Gita KDI. Hanya saja penjodohan yang dilakukan netizen itu terpental.
Lantas apakah karena Dedi Mulyadi gagal move on dari mantan istri Anne Ratna Mustika? Mengingat dalam postingan terbarunya Dedi Mulyadi membahas tentang istri pertama.
"Ketika istri kedua gagal maka lari lagi ke istri pertama atau lari lagi ke istri ketiga setelah gagal balik lagi ke istri pertama," begitu kata Dedi, dikutip Suara Denpasar dari Instagram @dedimulyadi71, Selasa, (30/5/2023).
Namun pernyataan Dedi Mulyadi itu bukan merujuk pada Anne Ratna Mustika. Sebab kalimat yang diucapkannya itu adalah sepenggal kalimat dalam puisi yang dibuat Dedi Mulyadi untuk Jawa Barat.
Dalam puisinya itu, dia mengibaratkan Jawa Barat sebagai Ibu kandung, tanah kelahirannya. Sementara Istri diibaratkannya sebagai daerah lain yang bukan tanah kelahirannya.
Berikut puisi Dedi Mulyadi Untuk Jawa Barat. Tanah yang dia sebut sebagai sumber dari segala kehidupannya.
Baca Juga: Daftar 4 Pemain yang Telah Keluar dari Persib Bandung, 2 Ditampung PSIS Semarang
"Jawa Barat itu tanah impian, ibu kandung yang melahirkanku. Dari tempat ini saripatih tanah, air udara dan panasnya matahari.
Aku tercipta melalui rahim ibuku. Maka karena ini adalah ibu kandungku, aku mencintaimu.
Aku tak akan memperlakukanmu seperti istri pertama yang kemudian lari pada istri kedua. Ketika istri kedua gagal maka lari lagi ke istri pertama atau lari lagi ke istri ketiga setelah gagal balik lagi ke istri pertama.
Aku tidak akan menghinakanmu yang dianggap tempat pelarian ketika aku gagal menemui istri kedua dan istri ketiga.
Apapun yang terjadi adalah ibu kandung, kamu adalah tujuan hidupku, kamu ingin aku rawat, ingin aku jaga, bahkan bahasa kamu terlalu kasar untukmu.
Ibu ku tanah Jawa Barat, aku mencintaimu. Ibu bukan istri, dia tempat aku berasal dan aku kembali." (Rizal/*)