Suara Denpasar – Arema FC sempat mendapat peringatan dari Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), Ferry Paulus yang meminta semua kontestan Liga 1 mematuhi aturan soal regulasi lisensi pelatih yang minimal berlisensi AFC A Pro atau setara.
Seperti diketahui saat ini Arema FC mengandalkan duet pelatih, I Putu Gede Swi Santoso dan Joko Susilo.
Tetapi kendali tim seringkali di bawah instruksi Putu Gede sehingga hal ini membuat PT LIB kembali mengingatkan masing-masing tim untuk mematuhi aturan lisensi pelatih.
Pasalnya sejauh ini Putu Gede belum mengantongi lisensi kepelatihan AFC A Pro dan masih menyelesaikan kursus untuk mendapatkan lisensi tersebut sehingga tidak bisa menangani tim Liga 1.
Masalah tersebut membuat Manager Tim Arema FC, Wiebie Dwi Andriyas angkat bicara bahwa masalah regulasi lisensi pelatih di timnya sudah selesai dengan adanya Joko Susilo yang menempati posisi pelatih kepala.
Pelatih yang akrab disapa Gethuk itu akan didaftarkan sebagai pelatih kepala tim berjuluk Singo Edan itu untuk musim depan.
“Terkait lisensi pelatih tidak ada masalah untuk pelatih kepala tetap dijabat oleh Coach Gethuk (Joko Susilo) melanjutkan perannya musim lalu,” ujar Wiebie dilansir Suara Denpasar dari laman resmi Arema FC, Kamis (22/6/2023).
Wiebie mengungkapkan baik Putu Gede dan Joko Susilo memiliki peran yang sama besarnya dalam membangun skuad Arema FC untuk musim depan.
Status keduanya sebagai legenda hidup klub diharapkan bisa membawa Arema FC bangkit di Liga 1 2023-2024 usai prestasi jeblok musim lalu.
Ditambah dengan terjadinya insiden memilukan Tragedi Kanjuruhan yang membuat klub berlogo singa mengepal itu dalam keadaan terpuruk.
“Di antara jajaran tim pelatih memang sengaja porsi lebih besar ditempati oleh legend-legend Arema FC,” ucap manager tim asli Malang itu.
“Karena kita tahu tidak boleh ada semangat yang terputus dari perjalanan tim Singo Edan,” tandas Wiebie. (Rizal/*)