Suara Denpasar – Ketum PSSI Erick Thohir bangun strategi untuk jamin ekonomi mantan pemain Timnas Indonesia.
Tidak jarang mantan pemain tim nasional Indonesia mengalami kepahitan pasca karirnya usai, misalnya seperti mantan kiper Timnas, yaitu Kurnia Meiga yang beberapa waktu lalu viral hendak menjual medalinya untuk biaya kesehatan.
Kini, Ketua Umum PSSI telah membangun sebuah strategi ekonomi sepakbola Indonesia agar bisa menjamin kondisi ekonomi mantan-mantan pemain Timnas.
Strategi Erick untuk menjamin kebutuhan ekonomi para mantan pemain Timnas Indonesia ialah dengan membangun PT Garuda Sepakbola Indonesia (PT GSI).
Berdasarkan keterangannya, perusahaan itu dimaksudkan untuk menjadi motor utama komersialisasi agar Timnas memberikan pendapatan bagi PSSI.
“tujuan kita menghidupkan lagi PT Garuda Sepakbola Indonesia ini agar jadi motor utama komersialisasi aset dan kegiatan asprov, klub, asosiasi dan anggota PSSI, termasuk Timnas agar nilainya lebih tinggi dan memberikan pendapatan bagi PSSI,” jelasnya, dikutip Suara Denpasar dari situs resmi PSSI pada Sabtu, (24/6/2023).
Erick Thohir menjelaskan bahwa dengan terbangunnya ekonomi sepakbola Indonesia yang baik melalui PT GSI itu akan membantu PSSI dalam menjamin kebutuhan ekonomi mantan para pemain Timnas Indonesia nantinya.
“Ini terkait dengan Yayasan Bakti Sepakbola Indonesia yang kita luncurkan kemarin. Karena 5 persen saham PT GSI ini milik yayasan, dan mendapat deviden ad-interim setiap tiga bulan, maka yayasan akan memiliki dana abadi untuk kepentingan bersama para mantan pemain timnas,” lanjutnya.
Ketua Umum PSSI itu menceritakan bahwa sepakbola Indonesia harus melihat ke sepakbola Jepang, Jerman dan Inggris yang sudah mapan secara ekonomi.
“Saya pernah bilang, lihat bisnis di Jepang yang organisasi sepakbolanya punya pendapatan US$200 juta dan punya fasilitas bagus, program bagus, serta langganan ikut Piala Dunia. Lalu Jerman dengan pendapatan liganya lebih dari US$4,2 miliar, terbesar kedua setelah Inggris,” ucapnya menceritakan. (*/Ana AP)